Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Lumut Octoblepharum albidum Hedw sebagai Antimalaria
| dc.contributor.author | Bela Amelia Anggraeni | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T02:38:06Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-10 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 30 Jan 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Malaria adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Tingginya prevalensi malaria dan resistensi obat menjadi tantangan dalam upaya mencapai target penurunan 90% angka kejadian dan kematian yang telah ditetapkan dalam Strategi Global Malaria WHO tahun 2016-2030. Maka dari itu, penemuan dan pengembangan obat antimalaria bersumber dari tumbuhan menjadi salah satu upaya dalam mencapai target tersebut. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antimalaria adalah lumut. Lumut Octoblepharum albidum Hedw menjadi pilihan untuk dieksplorasi sebagai agen antimalaria karena komposisi fitokimia yang terdapat didalamnya yaitu terpenoid, alkaloid, dan flavonoid yang dapat berperan dalam menghambat perkembangan plasmodium. Pemikiran untuk melakukan uji aktivitas antimalaria secara ex vivo dan uji in silico timbul karena peningkatan resistensi dan prevalensi malaria. Uji ex vivo terhadap plasmodium berghei digunakan untuk mengetahui kemampuan ekstrak metanol lumut O.albidum dalam menghambat plasmodium dilihat dari nilai persentase inihibisi. Uji in silico digunakan untuk memvalidasi dan memprediksi senyawa metabolit sekunder hasil GC-MS pada ekstrak metanol lumut O.albidum yang akan di docking pada 5 protein target yaitu protein 7SXL, 1CET, 3I65, 8CDQ, 2PT9 yang berperan sebagai agen antimalaria secara komputasi menggunakan program Autodock Vina. Berdasarkan hasil pengujian, hasil uji GC-MS menunjukkan 110 senyawa yang teridentifikasi berupa metabolit primer terdiri dari karbohihdrat dan asam lemak dan 23 senyawa metabolit sekunder terdiri dari terpenoid, alkaloid, flavonoid, glikosida dan diaril heptanoid. Uji ex vivo pada ekstrak metanol lumut O.albidum memiliki aktivitas antimalaria dengan nilai persentase inihibisi 69,35% dalam konsentrasi 100 ug/mL yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrol negatif yang tidak menunjukkan penghambatan, namun lebih rendah jika dibandingkan dengan kontrol positif dengan persentase inhibisi sebesar 87,5%. Hasil uji ex vivo didukung dengan data uji in silico yang memberikan nilai afinitas lebih negatif pada kelima protein pada senyawa trans-Thujan-3-one 2,4- dinitrophenylhydrazone (2_OAW) dan olean-12-ene-3,28-diol,(3á) (12_OAW) dibandingkan klorokuin (CLQ). Adapun nilai afinitas tertinggi pada masing masing protein 3I65, ICET, 8CDQ, 7SXL, dan 2PT9 yaitu -9,7; -8,2 ; -9,7; -10,6 ; -8,2 kkal/mol masing-masing pada senyawa α-D-Glucopyranosiduronic acid, 3-(5- ethylhexahydro-2,4,6-trioxo-5-pyrimidinyl)-1,1-dimethylpropyl, methyl ester (4_OAW), Stigmastanol (16_OAW), olean-12-ene-3,28-diol,(3α) (12_OAW), Benzene, 1,1'-[3-(2-phenylethylidene)-1,5-pentanediyl]bis- (23_OAW), dan olean12-ene-3,28-diol,(3α) (12_OAW) yang didukung dengan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik sehingga ikatan ligan dan reseptor semakin stabil yang memperkuat potensi ekstrak metanol lumut O.albidum menjadi kandidat terapi antimalaria. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Prof. apt. Ari Satia N, S.F., GdipSc., M.Sc-Res., Ph.D. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/791 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Malaria | |
| dc.subject | Octoblepharum albidum | |
| dc.subject | Lumut | |
| dc.subject | Antimalaria | |
| dc.subject | Metanol | |
| dc.title | Uji Ex Vivo dan In Silico Ekstrak Metanol Lumut Octoblepharum albidum Hedw sebagai Antimalaria | |
| dc.type | Other |
