Asuhan Keperawatan Nyeri Akut (Pascaapendektomi) dengan Relaksasi Benson di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan

dc.contributor.authorAnanta Eka Novita Sari
dc.date.accessioned2026-09-08T11:25:46Z
dc.date.issued2026-09-08
dc.descriptionFinalisasi Maya_08 September 2026
dc.description.abstractNyeri akut pasca apendektomi merupakan masalah klinis yang sering terjadi akibat kerusakan jaringan dan proses inflamasi setelah tindakan pembedahan. Kondisi ini menyebabkan pasien mengalami keluhan nyeri pada area insisi operasi, tampak meringis, gelisah, sulit tidur, peningkatan frekuensi nadi, serta keterbatasan mobilisasi yang dapat menghambat proses pemulihan. Berdasarkan data global, apendisitis masih menjadi salah satu penyebab kegawatdaruratan abdomen dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Di Indonesia, kejadian apendisitis mencapai 24,9 kasus per 10.000 penduduk dan menjadi salah satu penyebab tersering tindakan apendektomi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri akut pasca operasi adalah relaksasi Benson yang bekerja melalui aktivasi respons relaksasi, penurunan aktivitas sistem saraf simpatis, peningkatan aktivitas parasimpatis, serta penurunan hormon stres sehingga persepsi nyeri berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan nyeri akut (pasca apendektomi) dengan penerapan relaksasi Benson di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif naratif. Partisipan merupakan satu pasien pasca apendektomi yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu mengalami nyeri akut ditandai dengan keluhan nyeri, tampak meringis, gelisah, sulit tidur, dan peningkatan tanda vital. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi relaksasi Benson dilakukan selama ±15–20 menit sebanyak dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan teknik pengaturan napas dan pengulangan kata atau frasa yang menenangkan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi relaksasi Benson selama tiga hari, terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala sedang menjadi ringan, ekspresi meringis menurun, keluhan gelisah berkurang, kualitas tidur membaik, sikap protektid menurun. Selain itu, tanda vital pasien menunjukkan kondisi lebih stabil dan pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap tanpa peningkatan nyeri yang signifikan. Tidak ditemukan efek samping maupun ketidaknyamanan selama penerapan relaksasi Benson. Penerapan relaksasi Benson terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan nyeri akut pada pasien pasca apendektomi melalui efek relaksasi dan penurunan respons stres fisiologis. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif tindakan keperawatan yang aman, mudah dilakukan, serta dapat diaplikasikan dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan mempercepat proses pemulihan pasien pasca operasi.
dc.description.sponsorshipDPU : Ns. Syaifuddin Kurnianto, S. Kep., M. Kep
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14802
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectNyeri Akut
dc.subjectPasca-Apendektomi
dc.subjectRelaksasi Benson
dc.subjectStudi Kasus
dc.titleAsuhan Keperawatan Nyeri Akut (Pascaapendektomi) dengan Relaksasi Benson di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LAPORAN ANANTA EKA NOVITA SARI_09.pdf
Size:
2.86 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections