Life Cycle Assessment (LCA) Pengolahan Kopi Robusta di Perumda Perkebunan Kahyangan (Studi Kasus di Perkebunan Sumber Wadung Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
PDP Kahyangan Kebun Sumber Wadung merupakan industri yang memproduksi
kopi robusta berbentuk green bean. Industri ini memiliki dua jenis proses
pengolahan yaitu proses pengolahan basah dan proses pengolahan kering.
Peningkatan jumlah konsumsi kopi robusta berpotensi memberikan dampak negatif
terhadap lingkungan proses produksi kopi. Energi dan emisi yang digunakan masih
belum diketahui secara pasti, sehingga perlu dilakukan perhitungan energi dan emisi
untuk menget ahui d ampak lingkungan yang d it imbulkan, salah satunya dengan
menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Analisis emisi pada penelitian
ini yaitu gas CO2, CH4, N2O, CO, SO2, dan NOx. dan analisis potensi dampak
lingkungan pada penelitian ini yaitu Global Warming Potential (GWP) dan
Asidification Potential (AP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 1 ton
gelondong kopi robusta proses pengolahan basah memiliki kebutuhan energi
terbesar yaitu pada tahapan 6 dengan jumlah energi 14.607, 67 MJ/ton kopi
gelondong dan total energi keseluruhan sebesar 14.623,43 MJ/ton, sedangkan pada
proses pengolahan kering yaitu tahapan 2 dengan jumlah energi 21,9129 MJ/ton
kopi gelondong dan total energi keseluruhan yaitu 54,39 MJ/ton. Pelepasan emisi
gas CO2, N2O, CH4, SO2, NOx, CO terbesar dari proses pengolahan basah yaitu
tahapan 6 dengan total nilai emisi gas secara berturut- turut sebesar 1.635.435,76
g/ton, 58,41 g/ton, 4.380,63 g/ton, 817,72 g/ton, 4.979,32 g/ton, dan 4.541,25 g/ton.
Sedangkan pada pengolahan kering terbesar dilepaskan oleh tahapan 2 dengan nilai
secara berturut-turut yaitu 4621,49 g/ton, 0,05 g/ton, 0,09 g/ton, 2,31 g/ton, 8,12
g/ton, 23,22 g/ton. Potensi dampak lingkungan Global Warming Potential (GWP)
pada proses pengolahan basah sebesar 397,9 ton CO2-eq/tahun dan pada proses
pengolahan kering sebesar 0,73 ton CO2-eq/tahun. Potensi dampak lingkungan
Asidification Potential (AP) pada proses pengolahan basah yaitu 0,96 ton SO2-eq/tahun
dan pada proses pengolahan kering sebesar 0,0012 ton SO2-eq/tahun.
Penghasil emisi terbesar yaitu pada proses pengolahan basah sehingga dapat
diberikan rekomendasi yaitu mengganti alat yang digunakan serta pengendalian
asap agar lebih ramah lingkungan.
Description
Entry oleh Arif 2026 Januari 27
