Analisis Korelasi antara Jumlah Gigi yang Tersisa dan Massa Tulang pada Perempuan Berusia 45-69 Tahun

dc.contributor.authorIntan Ratu Alda
dc.date.accessioned2026-02-13T06:47:43Z
dc.date.issued2024-06-19
dc.descriptionReupload File Repositori 13 Februari 2026_Yudi/Rega
dc.description.abstractProses penuaan pada lansia membuat lansia rentan mengalami penyakit mulut, termasuk kehilangan gigi. Peristiwa ini merupakan salah satu kemunduran yang pasti terjadi seiring bertambahnya usia pada seseorang dan tidak dapat dihindari. Kehilangan gigi menjadi sebuah ancaman bagi lansia sebab menyebabkan penurunan pada fungsi bicara dan pengunyahan. Penurunan fungsi kunyah yang terjadi dapat mempengaruhi selera makan lansia dan pada akhirnya membuat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak sesuai dengan kebutuhan. Lansia akan cenderung mengubah preferensi makanannya menjadi makanan lunak dan mudah dikunyah yang seringkali mengandung rendah protein, serat, dan kalsium. Kurangnya konsumsi makanan dengan kandungan kalsium akan berdampak pada pembentukan abnormal tulang dan jaringan sehingga lansia berisiko mengalami penurunan massa tulang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah metode purposive sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 60 orang perempuan berusia 45-69 tahun. Variabel dalam penelitian ini adalah jumlah gigi yang tersisa dan massa tulang. Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya adalah pemeriksaan jumlah gigi yang tersisa, pengukuran tinggi badan, berat badan dan pengukuran massa tulang menggunakan timbangan berat badan Tanita BC-541. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-smirnov, uji linearitas dan uji korelasi Spearman. Uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara jumlah gigi dan massa tulang pada perempuan berusia 45-69 tahun. Didapatkan hasil p-value untuk variabel jumlah gigi dan massa tulang adalah (p-value = 0,000 < 0,05). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,804. Artinya terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara jumlah gigi dan massa tulang pada kelompok subjek yang diteliti, semakin sedikit jumlah gigi yang tersisa maka semakin rendah massa tulang pada perempuan berusia 45-69 tahun. Menurunnya massa tulang pada perempuan berusia 45-69 tahun pada penelitian ini terjadi beriringan dengan jumlah gigi yang tersisa. Terjadinya kehilangan gigi membuat lansia menjadi selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi, salah satunya terhadap asupan kalsium. Selain itu, penurunan massa tulang disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti usia, ketidakseimbangan asupan nutrisi, hormon, aktivitas fisik, dan kelemahan otot.
dc.description.sponsorshipDPU: Prof. drg. Dwi Prijatmoko, Ph.D DPA: drg. Sulistiyani, M.Kes
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3297
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectelderly
dc.subjectnumber of remaining teeth
dc.titleAnalisis Korelasi antara Jumlah Gigi yang Tersisa dan Massa Tulang pada Perempuan Berusia 45-69 Tahun
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Intan Ratu Alda - 201610101039.pdf
Size:
455.93 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: