Analisis Prokrastinasi Akademik: Perspektif Self Efficacy dan Self Control Siswa Kelas X AKL di SMK Negeri 1 Jember (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Materi Persamaan Dasar Akuntansi)
| dc.contributor.author | Julia Ayu Oktaviana | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T05:09:58Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-27 | |
| dc.description | Reupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi | |
| dc.description.sponsorship | Prokrastinasi akademik yang terjadi pada siswa kelas X AKL SMK Negeri 1 Jember dalam pembelajaran Persamaan Dasar Akuntansi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akibat dari kombinasi faktor internal yang saling berkaitan erat, yakni rendahnya self efficacy dan lemahnya self control. Kedua faktor ini membentuk pola psikologis yang mendorong siswa untuk menunda tugas akademik, menghindari tantangan, dan mencari jalan pintas dalam menyelesaikan tanggung jawab pembelajaran mereka. Rendahnya self efficacy tercermin dalam ketidakpercayaan siswa terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas-tugas akuntansi, terutama dalam menyusun laporan keuangan yang menuntut ketelitian dan logika berpikir yang sistematis. Transisi dari jenjang SMP ke SMK menjadi titik kritis yang tidak mudah bagi sebagian besar siswa. Beban akademik yang meningkat dan metode pembelajaran yang lebih kompleks menimbulkan keraguan dalam diri siswa, sehingga mereka kerap meragukan kompetensi yang dimilikinya. Jika ditinjau lebih dalam, ketiga aspek self efficacy (level, generality, dan strength) menunjukkan lemahnya kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan belajar. Pada aspek level, siswa menunjukkan keraguan terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan tugas yang dianggap sulit, seperti menyusun laporan keuangan, yang berdampak pada munculnya sikap menghindar, pasif dalam belajar, dan ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Hal ini memperbesar kecenderungan terjadinya prokrastinasi akademik serta menurunkan motivasi dan performa belajar siswa. Sementara itu, pada aspek generality, keyakinan diri siswa hanya terbatas pada tugas-tugas tertentu yang lebih sederhana, sehingga mereka kesulitan saat menghadapi tugas baru atau yang lebih kompleks. Kondisi ini berdampak pada kurangnya eksplorasi terhadap materi, pembelajaran yang tidak menyeluruh, dan lemahnya penguasaan konsep akuntansi secara utuh. Adapun pada aspek strength, lemahnya kemampuan siswa dalam mempertahankan keyakinan diri saat menghadapi tantangan menyebabkan mereka mudah menyerah, menunda pengerjaan, bahkan menghindari tugas. Akibatnya, siswa kehilangan daya juang, motivasi internal menurun, dan ketergantungan terhadap bantuan semakin tinggi, yang pada akhirnya memperkuat perilaku prokrastinasi akademik. Lemahnya self control memperkuat kecenderungan siswa untuk menunda kewajiban akademik. Pada aspek kontrol perilaku, rendahnya kemampuan siswa dalam mengendalikan tindakan menyebabkan mereka mudah terdistraksi oleh halhal yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti bermain ponsel atau mengikuti ajakan teman, sehingga menghambat penyelesaian tugas dan menurunkan produktivitas belajar. Pada aspek kontrol kognitif, siswa kesulitan mempertahankan fokus dan cenderung pasif ketika menghadapi materi akuntansi yang kompleks, seperti penyusunan laporan keuangan, yang berdampak pada lemahnya pemahaman konsep serta meningkatnya ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Sementara itu, pada aspek mengontrol keputusan, siswa cenderung mengambil keputusan yang tidak mendukung keberhasilan akademik, seperti menyalin tugas atau menunda pekerjaan, yang mengindikasikan lemahnya pertimbangan jangka panjang dan dapat merusak integritas serta tanggung jawab akademik. Ketiga aspek ini secara keseluruhan memperkuat kecenderungan prokrastinasi akademik dalam pembelajaran akuntansi. Guru dapat meningkatkan self efficacy siswa dalam pembelajaran akuntansi dengan memberikan umpan balik positif secara konsisten, menyusun tugas berjenjang dari yang mudah hingga kompleks, serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang mudah dipahami dan menarik. Dukungan emosional dan motivasi dari guru sangat penting agar siswa merasa percaya diri menghadapi tugas akademik, terutama sejak masa transisi masuk SMK agar pondasi keyakinan diri siswa kuat, khususnya dalam memahami materi dasar seperti Persamaan Dasar Akuntansi. Selain itu, guru juga dapat memfasilitasi pelatihan pengambilan keputusan melalui simulasi dilematis yang melatih siswa memilih antara kesenangan sesaat dan tanggung jawab akademik, menerapkan kerja kelompok kecil atau tugas berpasangan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, memberikan tantangan belajar dengan target harian, serta memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif. Pendampingan dalam penyusunan jadwal belajar mandiri yang disepakati bersama dan dipantau secara rutin juga penting agar siswa dapat mengembangkan self control yang baik. Dengan strategi ini, diharapkan self efficacy dan self control siswa meningkat, sehingga prokrastinasi akademik berkurang dan kualitas pembelajaran akuntansi meningkat. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/253 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Self Efficacy | |
| dc.subject | Self Control | |
| dc.subject | Prokrastinasi Akademik | |
| dc.title | Analisis Prokrastinasi Akademik: Perspektif Self Efficacy dan Self Control Siswa Kelas X AKL di SMK Negeri 1 Jember (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Materi Persamaan Dasar Akuntansi) | |
| dc.type | Other |
