Analisis Variasi Air Fuel Ratio Terhadap Tegangan Ion dan Kecepatan Rambat Api Pembakaran Biogas Limbah Pasar (Sayuran)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Meningkatnya kebutuhan energi berbanding lurus dengan meningkatnya
populasi manusia. Kebutuhan energi masih didominasi dengan penggunaan bahan
bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara. Namun, penggunaan energi
ini berakibat pada lingkungan, seperti terjadi polusi. Selain itu, kurangnya
penanganan sampah juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Dibutuhkan suatu
langkah penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak buruk tersebut, yaitu
dengan membuat energi terbarukan. Biogas adalah solusi alternatif masyarakat dalam
menangani masalah ini. Biogas merupakan suatu energi terbarukan yang dibuat dari
hasil penguraian suatu bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada ruang hampa
udara (anaerob). Kandungan dari biogas tersebut terdiri dari CH4, CO2, CO, H2O, N2
dan H2S. Untuk mendapatkan biogas dengan kualitas bagus, perlu dikurangi
kandungan zat pengotor, terutama gas CO2, yang terdapat pada biogas.
Pada penelitian ini mengamati karakteristik pembakaran, seperti kalor
pembakaran, kecepatan rambat api dan tegangan ion. Dilakukannya penelitian ini
untuk mengetahui kualitas biogas sampah pasar (sayuran) dengan kondisi sebelum
dan sesudah purifikasi dengan menggunakan larutan Ca(OH)2. Pada penelitian kalor
pembakaran, dilakukan pemanasan air untuk mengetahui nilai kalor pembakaran.
Dengan menggunakan variasi Air Fuel Ratio (AFR), meneliti kecepatan rambat api
dan tegangan ion, dan membandingkan hasil yang didapatkan pada setiap
karakteristik pembakaran biogas sebelum dan sesudah purifikasi untuk mengetahui
kualitas biogas tersebut.Hasil dari penelitian ini adalah kualitas biogas yang telah
dipurifikasi dengan
larutan Ca(OH)2 lebih baik dibandingkan dengan biogas yang belum purifikasi.
Dengan tiga tahap purifikasi, didapat persentase kandugan CO2 yaitu 16,1% pada
Ca(OH)2 1M dan 9,8% pada Ca(OH)2 4M. Pada pengujian kalor pembakaran, nilai
kalor pembakaran tertinggi pada biogas setelah purifikasi dibandingkan dengan nilai
kalor pembakaran biogas sebelum purifikasi. Pada pengujian kecepatan rambat api
dan tegangan ion, dengan menggunakan alat helle-shaw cell, didapatkan bahwa pada
biogas sebelum biogas, api menyala pada AFR 4:1 dan 5:1, sedangkan pada biogas
sesudah purifikasi, api menyala pada AFR 5:1 sampai dengan 9:1. Nilai kecepatan
rambat api dan tegangan ion pada biogas sebelum purifikasi paling besar pada AFR
4:1 yaitu 3,413 mm/milidetik dan 21,256 volt, sedangkan pada biogas sesudah
purifikasi terjadi pada AFR 6:1 yaitu 7,8251 mm/milidetik dan 39,903 volt.
Description
reupload file repositori 7 april 2026 agus/dea
