Hubungan Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban, dan Kecepatan Angin terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Jember Pada Tahun 2020-2024

dc.contributor.authorDanang Surya Atmaja
dc.date.accessioned2026-03-27T07:14:09Z
dc.date.issued2025-04-29
dc.descriptionReuploud file repositori 16 maret 2026_Firli
dc.description.abstractDemam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik menular yang disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD di Indonesia mencapai 114.720 pada 2023 dan meningkat 30,6% menjadi 149.866 kasus dengan 916 kematian hingga Juli 2024, dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten sebagai provinsi dengan kasus tertinggi. Di Jawa Timur, Kabupaten Jember konsisten menduduki peringkat kedua kasus DBD tertinggi selama 2020-2024, dengan tren fluktuatif: 945 kasus (2020), 447 kasus (2021), 781 kasus (2022), 561 kasus (2023), dan melonjak drastis menjadi 1.596 kasus (2024). Faktor iklim menjadi faktor krusial dalam peningkatan kasus DBD. Penelitian menunjukkan korelasi 84% antara curah hujan dengan kemunculan kasus DBD. Peningkatan suhu di atas 24°C mendorong perkembangan telur nyamuk, sementara curah hujan menciptakan genangan air sebagai tempat perkembangbiakan. Kecepatan angin di bawah 20,372 km/jam juga mendukung kelangsungan hidup nyamuk. Kabupaten Jember dengan iklim tropisnya (suhu 24-33°C dan curah hujan tahunan 2.091 mm) menjadi lokasi optimal perkembangbiakan nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor iklim (curah hujan, suhu, kelembaban, dan kecepatan angin) dengan kejadian DBD di Jember periode 2020-2024 untuk mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini kasus DBD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi ekologi. Adapun untuk data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan, suhu udara, kelembaban, dan kecepatan angin serta data kejadian DBD bulanan di Kabupaten Jember tahun 2020-2024. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rho dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kejadian DBD di Kabupaten Jember berfluktuasi, dengan peningkatan kasus yang signifikan terjadi pada bulan Januari hingga Februari, seiring dengan curah hujan yang tinggi. Curah hujan terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD, dengan nilai signifikansi p = 0,004 dan koefisien korelasi +0,376, yang menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan diikuti oleh peningkatan jumlah kasus DBD. Sebaliknya, suhu udara, kelembaban, dan kecepatan angin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD, dengan nilai p masing-masing di atas 0,05. Meskipun suhu dan kelembaban menunjukkan kecenderungan positif, hubungan tersebut tergolong lemah. Sedangkan kecepatan angin memiliki korelasi negatif yang lemah dengan kejadian DBD. Hasil tersebut menjelaskan bahwa curah hujan adalah faktor iklim yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD, sementara suhu, kelembaban, dan kecepatan angin tidak berkontribusi signifikan terhadap dinamika penyebaran DBD. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat direkomendasikan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember adalah memperkuat program “Pemberantasan Sarang Nyamuk” dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui iklan layanan masyarakat di media sosial atau brosur di sekolah, puskesmas, dan lingkungan masyarakat. Dinas Kesehatan dapat serta menjalin kerja sama dengan BMKG Pos Meteorologi Jember untuk memantau faktor iklim dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan variabel yang diteliti, seperti sanitasi lingkungan dan kepadatan penduduk, serta memperpanjang periode pemantauan untuk analisis yang lebih mendetail mengenai pola fluktuasi kejadian DBD dengan perubahan iklim.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Rahayu Sri Pujiati, S.KM., M.Kes Dosen Pembimbing Anggota : Globila Nurika, S.KM., M.KL
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5761
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectCurah Hujan
dc.subjectSuhu Udara
dc.subjectKelembapan
dc.subjectDemam Berdarah
dc.subjectDemam Berdarah Dengue
dc.titleHubungan Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban, dan Kecepatan Angin terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Jember Pada Tahun 2020-2024
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
DANANG SURYA ATMAJA - 212110101071.pdf
Size:
2.03 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: