Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Minyak Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Dalam Sediaan Deodoran Spray Terhadap Mutu Fisik dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Aureus
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Paparan sinar matahari berlebihan akibat peningkatan suhu yang cukup tinggi dapat menyebabkan produksi keringat berlebih, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Kondisi tersebut memicu munculnya bau badan akibat aktivitas bakteri pada area tubuh yang lembap, khususnya di ketiak (Hijra et al., 2024). Bakteri Staphylococcus aureus berperan dalam penguraian komponen keringat dari kelenjar apokrin menjadi senyawa volatil berbau tidak sedap, yakni seperti asam lemak rantai pendek dan amonia (Mulyono et al., 2023). Penggunaan deodoran menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan bau badan, namun sebagian besar produk yang beredar masih mengandung bahan sintetis yang berpotensi menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berupa deodoran berbahan alami yang efektif dan aman bagi kulit.
Minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang kuat karena kandungan senyawa volatil, terutama citronellal yang bekerja dengan merusak membran sel bakteri (Aran et al., 2021). Kandungan citronellal dalam minyak atsiri daun jeruk purut jauh lebih tinggi dibandingkan ekstraknya, sehingga berpotensi memberikan efektivitas antibakteri yang lebih optimal terhadap Staphylococcus aureus (Yuliani et al., 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak daun jeruk purut terhadap mutu fisik dan aktivitas antibakteri sediaan deodoran spray, serta menentukan konsentrasi terbaik yang menghasilkan sediaan yang paling baik.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah true experimental laboratories. Pada sediaan deodoran spray, formulasi yang digunakan mengandung minyak atsiri daun jeruk purut pada konsentrasi 3% (F1), 6% (F2), dan 9% (F3), serta satu formula tanpa minyak atsiri sebagai kontrol negatif. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, kejernihan, pH, viskositas, pola semprot, waktu kering, uji iritasi, uji efek terhadap kain, serta uji stabilitas menggunakan metode cycling
viii
test. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji menggunakan metode difusi cakram dengan pengukuran diameter zona hambat. Data hasil pengujian organoleptik, homogenitas, kejernihan, iritasi, efek terhadap kain, serta stabilitas dianalisis secara deskriptif. Data hasil pengujian pH sebelum dan sesudah cycling test, viskositas, pola semprot, waktu kering, serta zona hambat hasil uji aktivitas antibakteri dianalisis secara statistik menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji parametrik atau nonparametrik sesuai karakteristik data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut berpengaruh terhadap mutu fisik sediaan. Hal ini ditandai dengan penurunan pH, peningkatan viskositas, penurunan diameter pola semprot, serta peningkatan waktu kering. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa diameter zona hambat meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi minyak atsiri. F1 (3%) menghasilkan zona hambat sebesar 4,46 mm, F2 (6%) sebesar 7,90 mm, dan F3 (9%) sebesar 11,46 mm. Hal ini menunjukkan bahwa F3 menghasilkan respon hambatan yang paling kuat. Formula F3 dengan konsentrasi 9% menunjukkan mutu fisik paling optimal, tetap stabil selama penyimpanan, tidak menimbulkan iritasi, serta memiliki aktivitas antibakteri paling kuat terhadap Staphylococcus aureus.
Berdasarkan hasil evaluasi mutu fisik dan aktivitas antibakteri, formula F3 dengan konsentrasi minyak daun jeruk purut 9% ditetapkan sebagai formula terbaik sediaan deodoran spray. Formula ini memiliki mutu fisik paling baik, stabil selama penyimpanan, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, serta menunjukkan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap Staphylococcus aureus. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) pada rentang konsentrasi tersebut efektif digunakan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan deodoran spray.
Description
Reupload file repositori 19 Mei 2026_(Aurora)_Firli
:: Finalisasi Repositori File 19 Mei 2026_Kurnadi
