Efek Pemberian Gel Ekstrak Daun Tembakau (Nicotina Tabaccum L.) terhadap Waktu Penyembuhan Ulser Traumatik Tikus Wistar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Ulser traumatik pada mukosa rongga mulut memiliki prevalensi yang tinggi jika
dbandinkan dibandingkan dengan lesi-lesi rongga mulut lainnya yaitu pada angka
93,9% . Ulser yang parah akan menyebabkan rasa tidak nyaman, kesulitan untuk
berbicara, serta akan terasa sakit saat mengunyah. Pengobatan dilakukan bertujuan
untuk mengurangi inflamasi, mempercepat penyembuhan lesi ulser traumatik, serta
mencegah masukknya mikroorganisme melalui lesi. Daun tembakau memiliki
kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan astrigen.
Flavanoid dapat menghambat enzim siklooksigenasi yang nantinya akan dapat
dimanfaatkan sebagai zat anti inflamasi. Kandungan saponin yang terdapat daun
tembakau dapat memicu pembentukkan kolagen yang berperan dalam proses
penyembuhan luka. Alkaloid dalam daun tembakau dapat menimbulkan kerusakan
pada membrane sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Astringent
yang berperan dalam proses penyusutan luka.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratoris
in vivo pada tikus wistar dengan rancangan penelitian post test only control group
design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Herba Medica Batu, Laboratorium
Bioscience Fakultas Kedokteran Gigi, Laboratorium Farmasetika Fakultas Farmasi
Universitas Jember dan Laboratorium Hewan Coba bagian Biomedik Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Jember pada bulan Desember 2024 hingga Maret
2025. Pembentukkan ulser traumatik dengan menggunakan cement stopper
diameter 2mm yang dipanaskan bagian ujung selama 30 detik, kemudian
disentuhkan pada mukosa bukal kiri tikus selama 1 detik. Jumlah keseluruhan
sampel adalah 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok (KN: gel CMC Na 2%,P5: gel ekstrak daun tembakau konsentrasi 5%, P10: gel ekstrak daun tembakau
konsentrasi 10%, P20: gel ekstrak daun tembakau konsentrasi 20%,). Pengolesan
gel dilakukan sebanyak 2 kali sehari.
Data hasil penelitian yang didapatkan berupa data diameter dan waktu
penyembuhan ulser. Berdasarkan analisis data waktu penyembuhan ulser traumatik
pada tikus menggunakan uji Mann-Withney, terdapat perbedaan yang bermakna
(p≤0,05) antara gel ekstrak daun tembakau konsentrasi 20% dengan seluruh
kelompok yaitu pada p≤0,005.
Pada penelitian ini, gel ekstrak daun salam diaplikasikan setelah terbentuknya
ulser traumatic yaitu (2x24 jam) setelah diinduksi ulser. Kandungan senyawa
bioaktif yang terdapat pada daun tembakau mampu mempercepat penyembuhan
ulser traumatik. Daun tembakau mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid,
tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan
antimikroba. Selain itu, daun tembakau memiliki kandungan nikotin yang dapat
menghambat produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-2, IL-6, dan IL-8 sehingga
dapat menghambat inflamasi serta nikotin juga dapat mengaktifkan pelepasan
hormon adrenocorticotrophic dan kortisol yang dapat meningkatkan kadar IL-10
dan transforming growth factor beta.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudy K/Lia
