Nilai Tambah dan Persediaan Bahan Baku Agroindustri Getuk Pisang IR di Kabupaten Nganjuk
| dc.contributor.author | Cantika Puspita Sari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T04:32:15Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-19 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 18 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Pisang merupakan komoditas hortikultura dengan produksi tertinggi di Indonesia karena kemampuannya tumbuh di berbagai kondisi dan bernilai ekonomi tinggi. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi pisang yang memiliki banyak agroindustri olahan, salah satunya adalah Agroindustri Getuk Pisang IR. Pengolahan pisang menjadi getuk dapat meningkatkan nilai tambah serta memperpanjang umur simpan pisang. Namun demikian, dalam operasionalnya, Agroindustri Getuk Pisang IR menghadapi dua fenomena utama yang menjadi hambatan dalam penciptaan nilai tambah secara optimal. Pertama, adanya ketidakpastian kualitas bahan baku pisang yang diterima dari pemasok. Beberapa kali pisang yang diterima tidak sesuai standar mutu, seperti terlalu matang atau rusak secara fisik yang berdampak pada penurunan kualitas produk akhir. Kedua, Agroindustri Getuk Pisang IR belum menerapkan sistem pengelolaan persediaan bahan baku pisang yang baik. Pemesanan bahan baku masih dilakukan berdasarkan estimasi kasar dan pengalaman pemilik, tanpa adanya perencanaan yang sistematis. Akibatnya, beberapa kali terjadi kondisi out of stock yaitu ketika stok pisang habis sebelum pasokan berikutnya tiba yang menyebabkan terhentinya proses produksi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui nilai tambah pisang setelah diolah menjadi getuk, (2) menentukan jumlah pemesanan pisang yang ekonomis, dan (3) menentukan titik pemesanan kembali pisang yang efisien. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive method yaitu di Agroindustri Getuk Pisang IR. Agroindustri Getuk Pisang IR dipilih karena memiliki kapasitas produksi yang tinggi di antara agroindustri getuk pisang lainnya di Kabupaten Nganjuk yaitu mencapai 20.000 pcs per bulan yang menunjukkan bahwa agroindustri ini memiliki pengaruh signifikan dalam rantai nilai pengolahan pisang di daerah tersebut sehingga menjadi representatif untuk dianalisis secara lebih mendalam. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analitik. Data yang digunakan ialah data primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi serta data sekunder yang didapatkan dari studi dokumentasi. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling yang meliputi pemilik, manajer produksi, dan manajer pemasaran Agroindustri Getuk Pisang IR. Analisis data yang digunakan antara lain adalah metode Hayami untuk mengetahui besarnya nilai tambah, metode EOQ untuk mengetahui jumlah pemesanan pisang ekonomis, dan metode ROP untuk mengetahui titik pemesanan pisang yang efisien. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Proses pengolahan pisang menjadi getuk pisang memberikan nilai tambah yang positif dan menguntungkan yaitu sebesar Rp26.556,43/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 60% yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan pisang menjadi getuk memberikan keuntungan yang signifikan terhadap komoditas pisang dan sebagian besar pendapatan yang diperoleh dari penjualan getuk pisang IR bukan hanya berasal dari harga bahan baku, melainkan dari proses transformasi yang dilakukan melalui penggunaan tenaga kerja dan input tambahan. Nilai tambah tersebut diperoleh dari selisih antara nilai output dengan total biaya input yang meliputi biaya bahan baku dan biaya input tambahan. (2) Jumlah pemesanan bahan baku pisang yang ekonomis yaitu sebesar 379 kg per transaksi dengan frekuensi pemesanan sebanyak 13 kali dalam periode dua belas bulan produksi. Penerapan model ini mampu menghemat biaya persediaan bahan baku sebesar Rp2.485.859 dibandingkan sistem pemesanan aktual yang digunakan oleh Agroindustri Getuk Pisang IR sebelumnya. (3) Titik pemesanan kembali bahan baku pisang yang optimal adalah ketika stok di gudang Agroindustri Getuk Pisang IR tersisa 69 kg. Titik tersebut mempertimbangkan rata-rata kebutuhan bahan baku harian dan waktu tunggu kedatangan pesanan sehingga produksi tidak terganggu oleh kekurangan stok. Secara keseluruhan, diharapkan penerapan analisis nilai tambah dan sistem pengelolaan persediaan yang tepat dapat mendukung efisiensi biaya, kelancaran proses produksi, serta keberlanjutan usaha dari Agroindustri Getuk Pisang IR yang ada di Kabupaten Nganjuk. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ir. Anik Suwandari, M.P | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3729 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Pisang | |
| dc.subject | Getuk Pisang | |
| dc.subject | Nilai Tambah | |
| dc.subject | Agroindustri | |
| dc.subject | Economic Order Quantity | |
| dc.title | Nilai Tambah dan Persediaan Bahan Baku Agroindustri Getuk Pisang IR di Kabupaten Nganjuk | |
| dc.type | Other |
