Perencanaan Sistem Penyaliran Tambang dan Desain Sump Area Front Ext-Barat Pit E Site Banko Tengah PT Satria Bahana Sarana Triwulan III dan IV Tahun 2025
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kegiatan penambangan terbuka di Pit E Front Ext-Barat memiliki kerentanan tinggi terhadap genangan air akibat pengaruh curah hujan dan kondisi topografi pit yang berada pada elevasi lebih rendah dibandingkan area sekitarnya. Seluruh limpasan permukaan dari daerah tangkapan hujan cenderung terakumulasi pada titik terendah pit, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran operasi penambangan apabila tidak ditangani dengan sistem penyaliran yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem penyaliran tambang yang mampu mengendalikan air secara efektif, khususnya pada periode curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya air yang masuk ke Pit E Front Ext-Barat berdasarkan curah hujan rencana dan luas daerah tangkapan hujan, serta merencanakan sistem penyaliran tambang berupa kolam penampungan (sump) dan sistem pemompaan pada Triwulan III dan IV. Fokus utama penelitian adalah menentukan kapasitas dan dimensi sump yang sesuai dengan kondisi aktual lapangan dan ketentuan teknis yang berlaku, sehingga genangan air dapat dikendalikan secara optimal. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis curah hujan rencana menggunakan distribusi Gumbel dengan kala ulang 10 tahun, analisis intensitas hujan, perhitungan debit limpasan, serta perencanaan kapasitas dan dimensi sump mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Data yang digunakan terdiri atas data curah hujan 10 tahun terakhir, data topografi, luas catchment area, serta data teknis pompa dan sistem pemipaan. Analisis debit limpasan dilakukan dengan koefisien limpasan sebesar 0,9, yang mencerminkan kondisi permukaan pit tanpa penutup lahan dan material lempung dengan permeabilitas sangat rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas daerah tangkapan hujan di Pit E Front Ext-Barat sebesar 134,95 ha (1,3495 km²). Curah hujan rencana tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 167,7 mm, dengan intensitas hujan 21,898 mm/jam. Berdasarkan kondisi tersebut, diperoleh debit limpasan maksimum sebesar 26.617,0 m³/jam, yang digunakan sebagai dasar perencanaan sistem penyaliran. Dengan ketentuan waktu penahanan air selama 84 jam (3,5 hari) dan faktor keamanan 1,25, maka kebutuhan kapasitas sump ditetapkan sebesar 478.343,12 m³. Berdasarkan hasil perhitungan dan perancangan, sump direncanakan memiliki kedalaman 10 m, panjang dasar 263 m, lebar dasar 163 m, panjang permukaan 283 m, dan lebar permukaan 183 m, dengan sudut bukaan 45° pada sisi panjang dan lebar. Dimensi tersebut menghasilkan volume sump desain sebesar 480.846 m³, yang lebih besar dari volume rencana sehingga memenuhi persyaratan teknis. Sistem pemompaan direncanakan menggunakan pompa tipe MF-385 dengan sistem pemipaan HDPE diameter 10 inci, yang mampu mendukung pengendalian genangan air di area pit.
Description
Finalisasi Maya_06 Juli 2026
