Hubungan Efikasi Diri dengan Tingkat Spiritual Orang Tua Pada Anak Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Jember
| dc.contributor.author | Harum Putri Permata Hati | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-29T05:59:06Z | |
| dc.date.issued | 2024-10-23 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 29 Jan 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh anak dengan TB Paru di Kabupaten Jember yang diambil dari 9 Puskesmas dengan jumlah kasus TB Paru anak tertinggi dengan jumlah 55 sampel menggunakan teknik total sampling dengan tetap memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dukungan sosial menggunakan kuisoner General Self Effikasi Scale (GSES) dan kuisoner Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Analisis data pada penelitian ini terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho Correlation karena kedua skala variabel berbentuk ordinal. Hasil analisis menjelaskan bahwa mayoritas responden adalah kelompok usia 19- 40 tahun yakni sebanyak (72,7%). Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin menunjukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 83,6%) dan laki-laki sebanyak (16,4%). Hubungan dengan pasien yaitu mayoritas responden adalah ibu yaitu (70,9%). Distribusi pendidikan mayoritas responden orang tua adalah tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) sebanyak (47,3%). Distribusi responden mayoritas adalah sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja yaitu (69,1%). Dan distribusi responden mayoritas beragama Islam sebanyak dengan (98,2%). Mayoritas responden anak adalah kelompok usia 1-3 tahun yaitu sebanyak (34,5%). Distribusi mayoritas jenis kelamin anak adalah laki-laki sebanyak (56,4%). Dan mayoritas anak yang sedang menjalani pengobatan selama 0-3 bulan yaitu sebesar (47,3%), 4-6 bulan yaitu sebesar (43,6%) dan >6 bulan sebanyak (9,1%). Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa tingkat efkasi diri orang tua pada anak dengan penderita TB Paru di Kabupaten Jember adalah tinggi yaitu dengan efikasi rendah yaitu dengan peresentase (9,1%) dan responden yang memiliki efikasi diri yang tinggi yaitu sebanyak (90.9%). Dan tingkat spiritual orang tua pada anak dengan penderita TB Paru di Kabupaten Jember mayoritas adalah tinggi sebanyak (89,1%) dengan spiritual sedang yaitu dengan peresentase (10,9%) dan sisanya memiliki spiritual rendah yaitu (7,3%). Spiritualitas berperan sebagai sumber motivasi dan kekuatan bagi individu dalam menghadapi stres emosional, penyakit fisik, dan kematian. Dalam pendampingan anak dan keluarga, dimensi spiritual diakui sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai sumber motivasi dan makna hidup. Untuk menyelesaikan serangkaian perawatan kesehatan dengan anak penderita penyakit kronis seperti TB paru, orang tua harus bisa memastikan kesehatan anaknya. Tugas yang dapat dilakukan seperti memberi obat pada anak, menjadwalkan janji tindak lanjut, hingga mengamati perubahan gejala pada anak. Keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam melakukan tugas adalah bentuk efikasi diri. | |
| dc.description.sponsorship | Ns. Peni Perdani Juliningrum, S.Kep., M.Kep - Ns. Nuning Dwi Merina, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/715 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Hubungan Efikasi Diri | |
| dc.subject | Tingkat Spiritual Orang Tua | |
| dc.subject | Anak Penderita TB | |
| dc.title | Hubungan Efikasi Diri dengan Tingkat Spiritual Orang Tua Pada Anak Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Jember | |
| dc.type | Other |
