Asuhan Keperawatan Gerontik pada Ny. S yang Mengalami Demensia dengan Masalah Keperawatan Gangguan Memori di UPT PSTW Jember Tahun 2023
| dc.contributor.author | Bella Stevitiana Putri Massinta | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-30T07:24:53Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-08 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 30 Jan 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun. Lanjut usia mengalami berbagai perubahan baik secara fisik, mental maupun social, perubahan yang bersifat fisik antara lain adalah penurunan kekuatan fisik, stamina dan penampilan. Hal ini dapat menyebabkan beberapa orang menjadi demensia atau merasa tidak senang saat memasuki masa usia lanjut. Demensia adalah suatu sindrom yang ditandai dengan penurunan memori, pengendalian diri, kemampuan belajar, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada seseorang. Demensia sendiri merupakan sekelompok gejala progresif yang ditandai dengan perubahan persepsi, penurunan memori, orientasi, dan keengganan dalam berkomunikasi dan mengungkapkan gagasan sehingga mempersulit aktivitas sehari-hari (Setiawan, 2020). Hubungan antara aktivitas sehari-hari dan fungsi kognitif bermanfaat, terutama bagi lansia, karena mengakibatkan perubahan pada setiap sistem dalam tubuh, termasuk sistem saraf. Gangguan kognitif akan menjadi kondisi yang umum terjadi pada lansia. Desain yang digunakan dalam laporan tugas akhir ini adalah laporn kasus yang bertujuan untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan pada Ny. S yang mengalami demensia yang mengalami masalah keperawatan gangguan memori di UPT PSTW Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi yang dimulai melalui pengkajian, merumuskan diagnosis, intervensi, implementasi yang sesuai standar yaitu latihan memori dan terapi senam otak (brain gym) dan evaluasi. Terapi senam otak merupakan latihan berbasis gerakan tubuh sederhana yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Gerakan senam otak membantu melatih otak dan mengaktifkan fungsi otak. Hal ini konsisten dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa senam otak berdampak pada peningkatan kinerja kognitif lansia yang menderita demensia. Hasil asuhan keperawatan pada pasien menunjukan masalah demensia teratasi sebagian dengan ditandai skor MMSE yang semula 15 menjadi 19. Senam otak (brym gym) merupakan gerakan sederhana yang menyeimbangkan setiap bagian-bagian otak, dapat menarik keluar tingkat konsentrasi otak dan juga sebagai jalan keluar bagi bagian otak yang terhambat agar dapat berfungsi secara optimal. Tujuan dari senam otak ini adalah untuk membuktikan klaim bahwa senam otak secara rutin setiap hari dapat mempengaruhi fungsi memori pada lansia sehingga lansia dapat melakukan aktivitas sehari-hari. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ns. Suhari, A Per Pen. M.M Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Primasari Mahardika Rahmawati, S.Kep., Ners., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/831 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Asuhan Keperawatan | |
| dc.subject | Asuhan Keperawatan Gerontik | |
| dc.subject | Demensia | |
| dc.subject | Gangguan Memori | |
| dc.subject | Lansia | |
| dc.title | Asuhan Keperawatan Gerontik pada Ny. S yang Mengalami Demensia dengan Masalah Keperawatan Gangguan Memori di UPT PSTW Jember Tahun 2023 | |
| dc.type | Other |
