Dinamika Kadar Lengas Tanah Alfisol Berlereng dengan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor Lin.)
| dc.contributor.author | Khoirur Rozikin | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T01:54:37Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-07 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 19 Februari 2026_Rudi H/Ardi | |
| dc.description.abstract | Tanaman sorghum memiliki potensi yang bagus untuk menopang ketahanan pangan. Tanaman sorghum sangat toleran terhadap lahan kering namun masalahnya masyarakat Indonesia belum banyak yang membudidayakan. Hal ini dikarenakan lahan produktif yang semakin menipis sehingga kebutuhan pangan meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk . Lahan miring menjadi solusi dalam permasalahan tersebut. Namun permasalahannya yaitu kadar air pada lahan miring selalu naik turun dimana naik turunnya ini dipengaruhi oleh proses evapotranspirasi, ditambah lagi potensi ancaman erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pergerakan dinamika kadar air di dalam tanah di bawah pengaruh pertumbuhan sorghum (Sorgum bicolor Lin.) dengan membuat pola tanam yang berbeda, mempelajari pengaruh dari hubungan pola tanam, evapotranspirasi dan kadar air tanah pada tiap kedalaman, mengetahui sifat fisik tanah, suhu tanah, mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum (Sorgum bicolor Lin.). Penelitian dilaksanakan di tanah berlereng, tepatnya di halaman belakang Gedung Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Jember dan di Laboratorium Fisika Tanah. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Maret 2022. Analisis statistika pada penelitian menggunakan uji welchs untuk menentukan perbedaan tinggi tanaman sorgum pada petak dengan pola tanam yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai evapotranspirasi berbeda signifikan pada bagian atas, tengah dan bawah pada semua bedengan. Sementara itu kadar air pada kedalaman 20, 40 dan 60 cm menunjukkan tidak berbeda signifikan pada bagian atas, tengah dan bawah pada semua bedengan. Pola tanam zig-zag memiliki nilai Kc lebih mendekati yang direkomendasikan FAO karena kebutuhan air lebih efisien. Sementara itu, pola tanam lurus memiliki nilai Kc yang jauh mendekati | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Ir. Cahyoadi Bowo | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3617 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | kadar air | |
| dc.subject | evapotranspirasi | |
| dc.subject | lahan berlereng | |
| dc.subject | sorghum | |
| dc.title | Dinamika Kadar Lengas Tanah Alfisol Berlereng dengan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor Lin.) | |
| dc.type | Other |
