Hubungan Internet Addiction Dengan Tingkat Aktivitas Fisik Pada Remaja di SMA Negeri 2 Tanggul
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Masa remaja adalah masa transisi dari anak – anak pada rentang usia 10 hingga 19 tahun yang mana pada usia tersebut akan terjadi berbagai macam perubahan salah satunya yakni perubahan pada perkembangan sosialnya. Perubahan dalam kehidupan sosial remaja telah disebabkan oleh kemajuan teknologi yang cepat, termasuk dalam cara berkomunikasi, berinteraksi, dan mengakses informasi yang mana remaja cenderung menyukai interaksi secara online. Kegiatan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari internet seperti bertukar pesan, bermain game online, menonton video dan lain – lain. Lebih dari 9 jam waktu remaja dihabiskan untuk mengakses sosial media dan bersantai. Hal ini berkontribusi terhadap kurangnya aktivitas fisik pada remaja yang disebabkan oleh pikiran yang terdominasi oleh internet serta perasaan euforia yang didapatkan ketika mengakses internet. Waktu yang remaja habiskan untuk menKurangnya aktivitas fisik telah terdokumentasi dengan baik dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular salah satunya obesitas. Remaja dengan tingkat kecanduan internet yang tinggi cenderung memiliki aktivitas fisik yang rendah, dan remaja yang memiliki kecanduan internet yang rendah cenderung memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Meskipun banyak sekali faktor yang mempengarugi tingkat aktivitas fisik individu, namun internet dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik remaja, tingkat kecanduan internet, dan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMA Negeri 2 Tanggul, selain itu juga menganalisis hubungan antara variabel internet addiction dengan aktivitas fisik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekata cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 257 responden dan dipilih dengan menggunakan metode stratified random sampling. Adapun kriteria responden dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Internet Addiction Test (IAT) dan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet addiction remaja mayoritas berada pada kategori ringan sebanyak 132 responden (51,4%) dan sedang sebanyak 79 responden (30,7%). Kemudian tingkat aktivitas fisik remaja berada pada kategori sedang sebanyak142 responden (48,2%) dan tinggi sebanyak 83 responden (32,3%). Hasil analisis uji spearman’s rank menunjukkan adanya hubungan antara internet addiction dengan aktivitas fisik di SMA Negeri 2 Tanggul dengan p-value = 0,006. Pada hasil uji didapatkan nilai korelasi sebesar -,172 yang artinya variabel internet addiction dan aktivitas fisik memiliki arah hubungan negatif menunjukkan semakin tinggi internet addiction maka semakin rendah aktivitas fisik pada remaja di SMA Negeri 2 Tanggul Kesimpulan penelitian ini adalah internet addiction pada remaja di SMA Negeri 2 Tanggul berada dalam kategori ringan, dan aktivitas fisik berada dalam kategori sedang, serta terdapat hubungan antara internet addiction dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMA Negeri 2 Tanggul. Oleh karena ini perawat dapat memberikan perhatiannya dalam hal ini sebagai edukator, konselor, dan lain – lain dalam memberikan edukasi terkait internet addiction dan pemberian intervensi promosi kesehatan pada remaja.
Description
Reupload File Repository 21 Mei 2026_Yudi
Validasi 26 Mei_Reva_Dila
