Pengembangan Model Pembelajaran RDSE (Reading, Discussing, Searching, and Experimenting) terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Biologi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Indonesia sebagai negara berkembang terus berupaya untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nasional. Tujuan pendidikan
Nasional, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sesuai dengan
tuntutan zaman, sehingga peningkatan kualitas pendidikan menjadi kebutuhan yang
sangat penting. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, yaitu
guru harus kreatif dan berinovasi untuk mengembangkan model pembelajaran dalam
rangka memberdayakan keterampilan metakognisi dan meningkatkan hasil belajar,
yaitu model pembelajaran RDSE (Reading, Discussing, Searching, and
Experimenting). Model Pembelajaran RDSE adalah model pembelajaran yang
membimbing siswa untuk mempersiapkan materi pelajaran sehingga pada saat
pembelajaran siswa akan menjadi lebih mudah memahami materi yang diberikan
guru dan ada tahap untuk siswa mengaitkan materi pelajaran dengan ayat-ayat yang
ada di Alquran.
Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat validasi, kepraktisan, dan
efektivitas model pembelajaran RDSE terhadap keterampilan metakognisi dan hasil
belajar biologi. Validitas diperoleh dari validasi ahli dan pengguna. Kepraktisan
model pembelajaran RDSE diketahui dari data respon guru dan siswa. Keterampilan
metakognisi diperoleh dari inventori keterampilan metakognisi yang diberikan
sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Hasil belajar biologi siswa terdiri atas
ranah kognitif dan afektif. Ranah kognitif diukur dengan menggunakan pre-test dan
post-test, kemudian hasilnya dianalisis menggunakan rumus Normalized gain (g)
untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran RDSE terhadap hasil belajar
kognitif. Penilaian hasil belajar ranah afektif dan performance test dilakukan oleh 4 observer tiap pertemuan baik uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Data yang
diperoleh tersebut, dianalisis dengan rumus Normalized gain (g) untuk mengetahui
efektivitas model pembelajaran RDSE terhadap hasil belajar afektif dan performance
test.
Berdasarkan hasil validasi ahli dan pengguna dapat diketahui bahwa rerata hasil
validasi instrumen secara keseluruhan, yaitu 80,83% dengan kategori valid. Validasi
produk secara keseluruhan, yaitu 86,5% dengan kategori sangat valid. Segi
kepraktisan uji kelompok kecil rerata respon guru 83,74% dengan kategori sangat
baik dan rerata respon siswa 76,71% dengan kategori baik. Uji kelompok besar rerata
respon guru 93,54% dengan kategori sangat baik dan rerata respon siswa 87,46%
dengan kategori sangat baik.
Efektivitas model pembelajaran RDSE terhadap keterampilan metakognisi
siswa, yaitu uji kelompok kecil memiliki nilai Normalized gain (g) 0,43 dengan
kategori sedang dan uji kelompok besar memiliki nilai Normalized gain (g) 0,72
dengan kategori tinggi. Efektivitas model pembelajaran RDSE terhadap hasil belajar
kognitif uji kelompok kecil memiliki nilai Normalized gain (g) 0,56 dengan kategori
sedang dan uji kelompok besar 0,71 dengan kategori tinggi. Begitu pula dengan hasil
belajar afektif uji kelompok kecil memiliki nilai Normalized gain (g) 0,56 dengan
kategori sedang dan uji kelompok besar 0,7 dengan kategori tinggi. Terakhir hasil
performance test uji kelompok kecil memiliki nilai Normalized gain (g) 0,62 dengan
kategori sedang dan uji kelompok besar 0,71 dengan kategori tinggi. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran RDSE valid, praktis, dan efektif dalam
memberdayakan keterampilan metakognisi dan meningkatkan hasil belajar biologi.
Description
reupload file repositori 8 april 2026 kurnadi/fani
