Hubungan antara Pola Konsumsi Ultra-Processed Food dan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif (Studi pada Kelompok Usia 35−54 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember)
| dc.contributor.author | Auraning Mustika Hima Wardhani | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-21T06:30:59Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-26 | |
| dc.description | Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Perubahan gaya hidup, seperti tingginya konsumsi ultra-processed food (UPF) dan perilaku sedentari, diketahui berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi UPF dan sedentary lifestyle dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif 35–54 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola konsumsi UPF meliputi frekuensi, jumlah dan jenis selama tiga bulan terakhir dikumpulkan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan sedentary lifestyle selama satu minggu terakhir diukur menggunakan Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital sebanyak dua kali dengan interval lima menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, proporsi hipertensi lebih tinggi ditemukan pada responden dengan frekuensi konsumsi UPF sering (40%), jumlah konsumsi UPF kategori tinggi (40%), serta sedentary lifestyle kategori tinggi (30%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPF (p = 0,008), jumlah konsumsi UPF (p = 0,004), dan sedentary lifestyle (p = 0,018) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola konsumsi UPF, baik dari aspek frekuensi maupun jumlah, serta sedentary lifestyle berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia 35–54 tahun di wilayah penelitian.Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengembangan strategi promotif dan preventif hipertensi pada kelompok usia produktif. | |
| dc.description.sponsorship | Lirista Dyah Ayu Oktafiani, S.Gz., M.Biomed | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11685 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Hipertensi | |
| dc.subject | Ultra-processed food | |
| dc.subject | Sedentary lifestyle | |
| dc.subject | Pola konsumsi | |
| dc.subject | Usia produktif | |
| dc.title | Hubungan antara Pola Konsumsi Ultra-Processed Food dan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif (Studi pada Kelompok Usia 35−54 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember) | |
| dc.type | Other |
