Pengaruh Perbedaan Pelarut Kristalisasi (Etanol, Metanol, dan Isopropanol) Pada Sifat Tabletabilitas Gemfibrozil
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Gemfibrozil adalah obat hipolipidemik yang digunakan untuk mengobati
dislipidemia, terutama dengan menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan
kadar kolesterol HDL. Gemfibrozil sering diformulasikan dalam bentuk tablet,
namun sifat tabletabilitas bahan aktif ini, masih menjadi tantangan dalam proses
formulasi. Salah satu strategi untuk meningkatkan sifat tabletabilitas yaitu melalui
rekayasa kristal dengan kristalisasi. Proses kristalisasi ini dilakukan dengan metode
penguapan pelarut. Jenis pelarut yang digunakan akan mempengaruhi proses
kristalisasi dan menghasilkan kristal dengan sifat yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan
perbedaan pelarut dalam proses kristalisasi gemfibrozil terhadap sifat tabletabilitas
gemfibrozil. Kristalisasi dilakukan dengan menggunakan tiga pelarut yang berbeda
yaitu etanol, metanol dan isopropanol. Kristal yang dihasilkan kemudian
dikarakterisasi menggunakan instrumen mikroskop polarisasi, Powder X-ray
Diffraction (PXRD), dan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Selain
karakterisasi, dilakukan juga evaluasi terhadap sifat fisik dan sifat tabletabilitas
kristal gemfibrozil yang dihasilkan. Evaluasi sifat fisik terdiri dari pengujian kadar
lembab atau moisture content untuk mengetahui jumlah air yang terkandung dalam
kristal. Kemudian, evaluasi sifat tabletabilitas terdiri dari pengujian tensile strength
dan elastic recovery. Pengujian tensile strength dilakukan untuk mengukur
kemampuan kristal diubah menjadi tablet dengan kekuatan tarik tertentu,
sedangkan pengujian elastic recovery bertujuan untuk mengetahui sifat elastisitas
kristal setelah dikompresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan pelarut dalam
proses kristalisasi gemfibrozil menghasilkan kristal dengan habit kristal yang berbeda dibandingkan kristal gemfibrozil tanpa perlakuan dilihat dari bentuk dari
hasil pengamatan menggunakan mikroskop polarisasi. Karakterisasi PXRD
menunjukkan puncak difraksi gemfibrozil dengan pla yang sama terhadap sampel
yang mengkristal. Hasil tersebut menunjukkan tidak adanya perubahan struktur
internal antar gemfibrozil dengan perlakuan penggunaan perbedaan pelarut. Hal ini
dikonfirmasi oleh semua data karakterisasi DSC sampel yang menunjukkan puncak
endoterm leleh yang tajam pada 60,3-61,3 oC.
Hasil kristalisasi menggunakan pelarut etanol, metanol, dan isopropanol
memiliki nilai tensile strength yang lebih tinggi dan nilai elastic recovery yang lebih
rendah dibandingkan kristal gemfibrozil tanpa perlakuan. Hal ini menunjukkan
bahwa proses kristalisasi dapat meningkatkan kemampuan kristal untuk berikatan
satu sama lain, sehingga menghasilkan tablet yang tidak mudah rapuh. Akan tetapi,
pelarut etanol, methanol, dan isopropanol pada proses kristalisasi ini tidak berbeda
dikarenakan ketiga pelarut ini kedekatan sifat pelarut ini yaitu ketigatnya bersifat
polar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode kristalisasi dengan
perbedaan pelarut dapat meningkatkan sifat tabletabilitas gemfibrozil.
Description
Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Yudi/Rega
