Identifikasi Kesalahan Siswa Menurut Teori Kastolan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Komposisi Fungsi Ditinjau Dari Gaya Belajar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Matematika sering menjadi tantangan bagi siswa karena tidak hanya menuntut pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan menyusun langkah penyelesaian dan ketelitian dalam pengerjaan. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal, terutama soal yang berbentuk cerita. Soal cerita menuntut siswa untuk mengubah informasi dalam bentuk narasi ke dalam bentuk matematika, yang memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap isi soal serta kemampuan dalam menyusun strategi penyelesaian yang tepat. Tantangan ini membuat kesalahan lebih mudah terjadi, baik dari segi konsep, prosedur, maupun teknis. Salah satu materi yang tergolong kompleks dan sering menimbulkan kesalahan adalah komposisi fungsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi komposisi fungsi berdasarkan teori Kastolan, serta meninjau bagaimana gaya belajar siswa berpengaruh terhadap kesalahan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di MAN 2 Jember. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 25 - 26 Februari 2025. Subjek awal penelitian terdiri dari 30 siswa kelas XI I yang diminta mengisi angket gaya belajar dan mengerjakan tes berupa dua soal cerita materi komposisi fungsi. Selanjutnya, dipilih masing-masing satu siswa sebagai subjek yang mewakili satu tipe gaya belajar dominan: visual, auditori, dan kinestetik. Hasil jawaban ketiga subjek dianalisis menggunakan indikator teori Kastolan yang membagi kesalahan ke dalam tiga kategori, yaitu kesalahan konseptual, prosedural, dan teknikal. Untuk proses wawancara, hanya satu siswa dari setiap kategori gaya belajar yang diwawancarai, yaitu siswa yang menunjukkan kesalahan paling bervariasi dalam menyelesaikan soal cerita komposisi fungsi. Hasil menunjukkan adanya perbedaan jenis kesalahan yang dilakukan oleh ketiga subjek. Subjek dengan gaya belajar visual melakukan kesalahan konseptual dan prosedural. Ia kesulitan memahami maksud soal, salah menuliskan informasi penting yang dimuat dalam soal, serta keliru dalam menyusun rencana dan langkah penyelesaian. Subjek dengan gaya belajar auditori menunjukkan pemahaman konseptual yang baik dan mampu menjelaskan maksud soal secara verbal, namun melakukan kesalahan prosedural berupa salah dalam menentukan langkah penyelesaian. Sementara itu, subjek dengan gaya belajar kinestetik cukup memahami soal, tetapi ragu dalam menyusun langkah pengerjaan dan tidak melanjutkan hingga selesai. Ia juga melakukan kesalahan teknikal berupa perhitungan yang tidak tepat. Berdasarkan hasil identifikasi, kesalahan prosedural merupakan jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan oleh ketiga subjek. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa telah memahami konsep dasar, banyak yang belum mampu menyusun langkah-langkah penyelesaian dengan sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa proses pembelajaran matematika tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga perlu memperkuat keterampilan prosedural siswa. Selain itu, penggunaan pendekatan yang sesuai dengan gaya belajar masingmasing siswa dapat membantu mereka memahami soal secara lebih menyeluruh dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses pengerjaan.

Description

Reupload Repositori File 13 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By