Model Pemilihan Infrastruktur Untuk Peningkatan Keselamatan Pada Perlintasan Sebidang Kereta API

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas teknik

Abstract

Permasalahan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api terus menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan transportasi publik yang aman dan andal, terutama di wilayah padat penduduk dengan volume lalu lintas yang tinggi. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan sistematis dalam merumuskan strategi peningkatan infrastruktur secara tepat guna dan terukur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyusun kerangka pengambilan keputusan berbasis multi-kriteria, agar proses seleksi infrastruktur peningkatan keselamatan tidak hanya bersifat teknis, namun juga mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara menyeluruh. Tujuan utama dari penelitian ini adalah merumuskan model yang mampu menilai dan menentukan alternatif peningkatan infrastruktur perlintasan berdasarkan tingkat kesesuaian dan kepentingan tiap kriteria, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan rujukan oleh pemangku kepentingan terkait. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggabungkan pendekatan metode Delphi dalam proses validasi kriteria dengan metode VIKOR sebagai instrumen utama dalam pemeringkatan alternatif. Kriteria dirumuskan dari studi literatur dan ditransformasikan menjadi instrumen kuesioner, yang kemudian dianalisis melalui dua tahap pengujian Delphi dengan melibatkan ahli dari berbagai instansi terkait. Hasil validasi menghasilkan 20 sub-kriteria yang memenuhi tingkat konsensus, yaitu: riwayat kecelakaan visibilitas pengemudi, kapasitas perlintasan, potensi pelanggaran, ketahanan struktur, durasi konstruksi, karakteristik tanah dan geometri, kecepatan maksimum kereta, kemudahan pemeliharaan, kemudahan metode pelaksanaan, biaya konstruksi, biaya pembebasan lahan, biaya pemeliharaan, potensi okupansi, dampak biodiversitas, dampak vibrastik, drainase berkelanjutan, aksesibilitas pejalan kaki, dampak lalu lintas, dan visibilitas lalu lintas. Alternatif infrastruktur yang dievaluasi terdiri atas flyover, underpass, elevated railway, dan penutupan perlintasan. Hasil analisis menunjukkan flyover memperoleh peringkat tertinggi sebagai solusi kompromi dengan nilai sebesar 0,3526, diikuti oleh underpass dengan nilai 0,4076. Meski perbedaan nilai belum memenuhi batas keunggulan mutlak (acceptable advantage), model menunjukkan konsistensi stabilitas pemeringkatan (acceptable stability), yang mengindikasikan bahwa solusi yang dimunculkan menjadi pilihan yang paling seimbang di antara seluruh alternatif berdasarkan kriteria yang dipertimbangkan. Selain menawarkan kerangka analisis pertimbangan yang objektif, model yang dikembangkan juga membuka ruang untuk integrasi lebih lanjut dengan metode pengambilan keputusan hybrid dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mendukung pengambilan keputusan yang adaptif dan berbasis big data di masa depan.

Description

Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By