Kegagalan Perawatan Restorasi Plastis Kelas II Oleh Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi di RSGMP Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Kedokteran Gigi
Abstract
Salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan karies gigi adalah restorasi atau tumpatan gigi. Terdapat 2 macam restorasi gigi yaitu restorasi plastis dan rigid. Restorasi plastis dapat diindikasikan pada karies kelas II yang belum melibatkan cusp. Karies kelas II sering terjadi dengan persentase 53,4% karena sisa makanan dan plak yang menumpuk di area interdental sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi. Restorasi plastis karies kelas II dapat menggunakan bahan resin komposit dan gabungan resin komposit dengan semen ionomer kaca (SIK). Teknik yang digunakan pada kavitas kelas II yaitu incremental layering dan open sandwich. Restorasi plastis kelas II pada area proksimalnya sempit sehingga membutuhkan perhatian yang lebih dalam membersihkan area tersebut. Oleh karena itu, penting bagi operator untuk memberikan instruksi pasca perawatan untuk mencegah kegagalan perawatan.
Kegagalan perawatan restorasi plastis kelas II yang dapat terjadi, yaitu perubahan warna, tumpatan retak, patah, lepas, dan karies sekunder. Kegagalan ini dapat diakibatkan oleh jenis bahan, teknik restorasi, kemampuan operator, faktor risiko pasien, dan kepatuhan pasien terhadap instruksi operator setelah perawatan. Instruksi atau KIE diberikan oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi setiap selesai pasca perawatan dan merupakan bagian dari prosedur perawatan di konsentrasi konservasi gigi RSGMP Universitas Jember. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kegagalan perawatan perawatan restorasi plastis kelas II di RSGMP Universitas Jember oleh mahasiswa profesi kedokteran gigi di RSGMP Universitas Jember.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pasien yang telah dirawat restorasi plastis kelas II pada bulan Maret-Mei 2024 di RSGMP Universitas Jember menjadi subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 32 subjek penelitian yang terdiri dari 24 orang mendapat perawatan dengan teknik open sandwich dan 8 orang mendapat perawatan resin
komposit dengan teknik incremental layering. Subjek penelitian di recall untuk mengisi kuesioner dan diminta untuk datang kembali ke RSGMP Universitas Jember untuk mengisi informed consent serta dilakukan pemeriksaan subjektif dan objektif. Pemeriksaan subjektif meliputi pertanyaan perihal rasa sakit saat makan atau minum dingin dan panas dan sakit spontan. Pemeriksaan objektif meliputi pemeriksaan visual, tes vitalitas, perkusi, palpasi, kegoyangan gigi, dan tes sondasi. Hasil penelitian ditabulasi kedalam tabel dan diinterpretasikan perawatan gagal jika terdapat instruksi pasca perawatan tidak dilakukan.
Hasil penelitian pemeriksaan visual terdapat 10 tumpatan lepas, 7 tumpatan patah. Tes kegoyangan gigi terdapat 1 subjek dan tes sondasi terdapat 4 tumpatan retak. Setelah ditabulasi 21 orang (65,6%) mengalami kegagalan perawatan. Kegagalan pada restorasi plastis teknik open sandwich sebesar 62,5% dan teknik incremental layering sebesar 75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegagalan yang nampak secara klinis, salah satunya akibat ketidakpatuhan pasien pasca perawatan, berupa restorasi yang mengalami retak, patah, dan lepas. Sebesar 62,5% pada teknik open sandwich dan sebesar 75% pada teknik incremental layering.
Description
Reupload Repositori File 04 Maret 2026_Kholif Basri
