Efektivitas Biokoagulan Ekstrak Biji Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Dalam Menurunkan Nilai Cod Limbah Cair Industri Tahu
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Limbah cair industri tahu mengandung beban pencemar organik tinggi
dengan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) awal 6.300-7.070 mg/L.
Penggunaan koagulan kimia sintetis berisiko memicu pencemaran sekunder,
sehingga diperlukan biokoagulan ramah lingkungan dari ekstrak biji lamtoro
(Leucaena leucocephala). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas
biokoagulan ekstrak biji lamtoro dengan pelarut NaCl 3 M dalam menurunkan COD
limbah cair tahu serta mengevaluasi pengaruh variasi pH dan dosis koagulan.
Tepung biji lamtoro diayak 80 mesh dan diekstraksi dengan larutan NaCl 3 M (5%
b/v). Gugus fungsi aktif di karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared
(FTIR). Pengujian koagulasi-flokulasi dilakukan melalui jar test dengan variasi pH
(4, 7, 10) dan dosis biokoagulan (0, 250, 500, 750, 1.000 mg/L) dalam dua replikasi.
Karakterisasi FTIR mengonfirmasi adanya gugus amida I, II, III, dan C-O yang
mengindikasikan keberadaan protein kationik dan polisakarida sebagai agen
koagulasi.
Penurunan COD optimum dicapai pada pH 4 dengan dosis 500 mg/L,
menghasilkan efisiensi penyisihan 7,46% dan COD akhir 5.830 mg/L. Dosis yang
melebihi batas optimum menurunkan efisiensi akibat fenomena restabilisasi koloid
(overdosing). Analisis statistik menunjukkan dosis berpengaruh signifikan terhadap
COD akhir (p = 0,0229), sedangkan pH berpengaruh tidak signifikan (p = 0,9297).
Model regresi polinomial orde dua menjadi model terbaik dengan nilai Adjusted R²
sebesar 0,9231. Meskipun konsentrasi COD akhir belum memenuhi baku mutu
PERMEN LH No. 5 Tahun 2014 sebesar 300 mg/L, biokoagulan ekstrak biji
lamtoro terbukti berpotensi dimanfaatkan sebagai tahap pengolahan pendahuluan
(pre-treatment).
Description
Finalisasi oleh agus 6 Agustus 2026
