Pengembangan Modul Pengolahan Limbah Batok Kelapa Berbasis Case-Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami
fenomena ilmiah, menafsirkan data, serta mengambil keputusan berbasis bukti
ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tingkat literasi sains siswa SMP di
Indonesia masih tergolong rendah, khususnya dalam mengaitkan konsep IPA
dengan permasalahan nyata di lingkungan sekitar. Pembelajaran IPA yang masih
bersifat tekstual dan kurang kontekstual, serta keterbatasan bahan ajar yang relevan
dengan potensi lokal, menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya literasi sains
siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar inovatif yang
kontekstual dan berbasis permasalahan nyata untuk mendukung peningkatan
literasi sains siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pengolahan limbah
batok kelapa berbasis case-based learning guna meningkatkan literasi sains siswa
SMP. Pengembangan modul dilakukan menggunakan model ADDIE yang meliputi
tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian
dilaksanakan di SMP Negeri 2 Panti pada siswa kelas VII E sebanyak 27 siswa pada
tahun ajaran 2025/2026. Modul dikembangkan dengan mengintegrasikan potensi
lokal berupa limbah batok kelapa sebagai konteks pembelajaran dan studi kasus
untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pemecahan masalah.
Validitas modul diperoleh melalui penilaian tiga validator ahli yang menilai
aspek isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, serta literasi sains. Kepraktisan modul
dianalisis melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh
tiga observer selama proses implementasi. Keefektifan modul diukur melalui hasil
pretest dan posttest literasi sains siswa menggunakan perhitungan N-gain, serta
diperkuat dengan angket respon siswa setelah pembelajaran selesai dilaksanakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pengolahan limbah batok
kelapa berbasis case-based learning memperoleh persentase validitas sebesar 92%
dengan kategori sangat valid, kepraktisan sebesar 87% dengan kategori sangat
praktis, serta peningkatan literasi sains siswa dengan nilai N-gain sebesar 0,6 pada
kategori sedang. Angket respon siswa menunjukkan persentase sebesar 81%
dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
modul yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi
sains siswa SMP serta layak digunakan sebagai bahan ajar IPA berbasis potensi
lokal.
Description
Reupload Repositori File 08 Juni 2026_Kholif Basri
:: Finalisasi Repositori File 4 Juni 2026_Kurnadi
