Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas V SDN Jember Kidul 04
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kompetensi kecakapan pada abad 21 ini menerapkan kreativitas, berpikir
kritis, kerjasama, pemecahan masalah, keterampilan komunikasi, kemasyarakatan
dan keterampilan karakter. Kecakapan-kecakapan tersebut dapat di capai dengan
model pembelajaran yang memiliki paradigma kontruktif, berpusat pada peserta
didik, dan berbasis eksperimen. Salah satu model pembelajaran yang memiliki
paradigma tersebut yakni Problem Based Learning (PBL). Oleh karena itu,
dilakukanlah penelitian tentang “Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL)
Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas V SDN Jember Kidul
04”. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu adakah pengaruh model Problem
Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V
SDN Jember Kidul 04, dengan data statistic deskriptif berbantuan software
Microsoft Excel dan SPSS versi 27.
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Jember Kidul 04, Kabupaten Jember.
Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VA dengan jumlah 30 peserta
didik dan kelas VB dengan jumlah 30 peserta didik. Penelitian ini menggunakan
data uji t, kemudian dihitung tingkat keefektifan relatifnya untuk memperoleh
data berupa angka yang disertai dengan uraian untuk menjelaskan hasil analisis.
Metode PBL yang digunakan penelitian ini yakni berupa tes pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menghasilkan menunjukkan hasil data analisis t test
diperoleh nilai t hitung sebesar 12,506. Jika dibandingkan dengan r
tabel dengan taraf signifikan 0,05 deperoleh r hitung > rtabel
yaitu (12,506 > 1,672), maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning
(PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis pada peserta didik kelas V di SDN
Jember Kidul 04 ada pengaruh positif pada tingkat keefektifan dalam
pembelajaran. Tingkat keefektifan sebesar 62%, jika dimasukkan dalam tabel
keefektifan, maka masuk kategori keefektifan tinggi.
Adapun saran yang dapat diberikan kepada tenaga pendidik,
membiasakan model pembelajaran PBL dikelas dengan mempersiapkan materi
dan perangkat pembelajaran yang baik supaya model ini sangat efektif dalam
meningkatkan hasil belajar berpikir kritis untuk peserta didik.
