Analisis Patahan dan Model Bawah Permukaan di Kabupaten Jember dalam Kaitannya Keberadaan Mineral Ekonomis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Mineral merupakan batuan yang mengandung unsur mineral berharga yang terbentuk secara alami. Terbentuknya mineral terjadi daerah yang memiliki struktur geologi berupa adanya patahan. Patahan menjadi tempat utama jalur fluida hidrotermal yang muncul ke permukaan kemudian menghasilkan alterasi hidrotermal. Alterasi hidrotermal merupakan proses pengendapan mineral berhaga yang disebut dengan mineral logam. Pengambilan data menggunakan data sekunder dimana data tersebut merupakan data satelit WDMAM (World Digital Magnetic Anomaly Map) pada kawasan Kabupaten Jember yang dapat diakses pada alamat web http://wdmam.org. Data yang diperoleh kemudian dilakukan beberapa koreksi untuk menghilangkan pengaruh dari lokal maupun regional. Pengaruh lokal merupakan anomali berskala kecil yang mencakup struktur dangkal sedangkan regional merupakan anomali bersekala luas dan memiliki kedalman sangat dalam. Koreksi yang digunakan berupa Reduksi ke Kutub (RTP), Kontinuasi Ke atas (Upward Continuation), Pemisahan Anomali. Setelah didapat peta yang sudah dikoreksi kemudian akan dianalisis menggunakan metode First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD), dan Inverse Modelling. Metode FHD dan SVD bertujuan untuk mengetahui keberadaan patahan di Kabupaten Jember. Pemodelan 3D (Inverse Modelling) digunakan untuk mengetahui bentuk, kedalaman, dan sifat-sifat objek bawah permukaan dari anomali medan magnet yang terukur di Kabupaten Jember. Medan magnet bumi berinterasiksi dengan batuan yang mengandung mineral magnetik sehingga menghasilkan anomali magnetik. Berdasarkan hasil interpretasi pengolahan data FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative) menunjukkan sebaran patahan teridentifikasi hampir merata di seluruh lokasi penelitian tidak hanya di zona mineralisasi saja. Sebaran patahan yang ada tidak bisa menunjukan zona mineralisasi berkembang di daerah penelitian. Data persebaran patahan dengan zona mineralisasi menggambarkan adanya ketidaksesuaian pola. Zona mineralisasi tidak berada atau memiliki keterkaitan langsung dengan patahan utama. Meskipun patahan berperan penting sebagai jalur migrasi fluida hidrotermal yang membawa unsur logam, proses pembetukan mineral diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti intrusi magmatik. Hasil interpretasi model bawah permukaan tiga dimensi (3D) menunjukkan bahwa zona mineralisasi teridentifikasi pada area yang memiliki nilai suseptibilitas tinggi. Nilai suseptibilitas tinggi ditunjukkan oleh nilai suseptibilitas berkisar 0,0035 hingga 0,0045 SI. Nilai suseptibilitas tinggi umumnya dikaitkan dengan keberadaan mineral logam yang bernilai ekonomis.

Description

Reupload file repositori 27 Mar 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By