Konstruksi Model Pasca Adopsi Platform Merdeka Mengajar pada Perspektif Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Komputer

Abstract

Pandemi COVID-19 memicu peralihan ke pembelajaran daring di sektor pendidikan. Pemerintah Indonesia merespons dengan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 untuk mengatasi learning loss akibat pandemi. Platform Merdeka Mengajar (PMM) diluncurkan untuk mendukung guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Namun, dalam penerapannya, ditemukan tantangan dalam adopsi PMM, seperti kelemahan terkait kualitas konten, kualitas layanan, dan keterbatasan keterampilan ICT guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pasca-adopsi PMM di Kabupaten Jember dengan fokus pada perspektif guru SMP, untuk memahami penggunaan PMM dan dampaknya setelah diadopsi. Penelitian ini mengintegrasikan model ISSM dan TAM dengan menggabungkan variabel yang mempengaruhi efektivitas platform pembelajaran online yaitu learner quality oleh Li et al., (2023) dan educational system quality oleh Al-Adwan et al., (2021) sehingga model konseptual mencakup 9 konstruk yaitu system quality, information quality, service quality, educational system quality, learner quality quality, perceived usefulness, satisfaction, use, dan benefits untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan platform pembelajaran online, serta menyediakan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas PMM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk menguji hubungan antar variabel dalam model yang diusulkan menggunakan data empiris yang dikumpulkan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMP di Kabupaten Jember yang menggunakan PMM, khususnya di kecamatan Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner secara offline dan online kepada responden yang ditargetkan. Distribusi offline dilakukan dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan menyebarkan kuesioner dalam bentuk kertas, sedangkan distribusi online dilakukan dengan menggunakan tautan Google Form yang dibagikan melalui grup WhatsApp sehingga diperoleh 264 tanggapan yang kemudian digunakan untuk memvalidasi dan menguji model penelitian.. Dalam penelitian ini dianalisis dengan dengan 4 pengujian, yaitu analisis model pengukuran, analisis deskriptif kuantitatif, uji model fit, dan analisis struktural model. Tahap pertama, yaitu analisis model pengukuran yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Dalam uji validitas dilihat dari nilai outer loading, cross loading, average variance extracted (AVE), dan kriteria Fornell - Lacker, sedangkan uji reliabilitas dilihat dari nilai cronbach's alpha dan composite reliability. Tahap kedua, yaitu analisis deskriptif kuantitatif bertujuan merangkum data yang dikumpulkan dari lapangan dengan gambaran statistik. Tahap ketiga, yaitu uji model fit yang dilihat melalui 2 parameter yaitu nilai Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) dan Goodness-of- Fit (GoF). Selanjutnya, tahap keempat yaitu analisis struktural model yang dilihat melalui 3 parameter yaitu hasil uji path coefisien, nilai R - Square (R²), dan nilai Effect-Size (f²). Hasil penelitian ini menunjukkan model yang diusulkan memiliki kesesuaian yang baik dengan data empiris, dengan nilai SRMR sebesar 0,054 < 0,080 dan nilai GoF sebesar 0,704 > 0,036. Dari 20 hipotesis yang diuji, 13 hipotesis diterima dan 7 ditolak di mana kepuasan guru, persepsi kegunaan, dan penggunaan sistem merupakan prediktor utama dari dampak yang mereka rasakan. Nilai R Square (R²) menunjukkan kontribusi moderat hingga kuat dari konstruk eksogen terhadap konstruk endogen. Selain itu, nilai Effect-Size (f²) menunjukkan bahwa dari 20 korelasi antar konstruk, 8 korelasi memiliki pengaruh besar, 6 korelasi menengah, dan 6 korelasi kecil. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemangku kepentingan PMM untuk memastikan penggunaan PMM yang efektif dan sukses yang berdampak positif pada pembelajaran guru dalam proses implementasi Kurikulum Merdeka.

Description

Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By