Model Dinamika Ibnu Khaldun tentang Pengentasan Kemiskinan Struktural di Indonesia (Suatu pendekatan moralitas)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Masalah Kemiskinan merupakan masalah yang selalu relevan untuk
dibahas dari masa ke masa. Diskusi dan penelitian tentang kemiskinan dan
pemberantasannya telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti maupun
ekonom. Pendekatannyapun dapat bersifat individualis atau struktural. kemiskinan
bukan hanya konsep ekonomi tetapi juga politik. selama ini banyak aktor negara
maupun non negara yang terlibat dalam keberlangsungannya yang memiliki
berbagai dinamika. Para ekonom konvensional selalu melihat faktor-faktor
penyebab kemiskinan dari dimensi ekonomi saja. Di dalam sejarah Islam, salah
satu ulama yang mengulas kemiskinan adalah Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun lebih
dari 600 tahun yang lalu menjelaskan penyebab kemunduran umat Islam yang
terjadi selama masa hidupnya. Meskipun sebagian besar dari apa yang Ibnu
Khaldun tulis telah menjadi bagian dari kearifan konvensional saat ini dalam
merumuskan faktor-faktor penyebab kemiskinan. Di dalam kitabnya yang
berjudul Muqaddimah, Ibnu Khaldun mencoba menentukan faktor-faktor yang
saling berhubungan seperti peran faktor moral, psikologis, politik, ekonomi, sosial
dan demografi untuk meumuskan penyebab kemiskinan. Ibnu Khaldun
menjelaskan bahwa kemiskinan adalah masalah klasik dan merupakan dimensi
yang luas dan kompleks. Model dinamika sosial Ibnu Khaldun yang dikenal
dengan kalimat hikamiyyah masih bersifat abstrak. Kalimat-kalimat tersebut
kemudian diproxikan dalam bentuk variabel-variabel ekonomi maupun non
ekonomi. Adapun variabel-variabel tersebut yaitu pengeluaran pemerintah di
bidang perlindungan sosial proxy dari dimensi kedaulatan/ otoritas politik/ Al Mulk), Tingkat Korupsi proxy dari dimensi syariah/ Syari‟ah, Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) proxy dari dimensi Sumber Daya Manusia/ Ar Rijal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) proxy dari dimensi Harta Benda/
Al-Mal, Investasi Pemerintah proxy dari dimensi pembangunan/ Al-„Imarah, Gini
Ratio (proxy dimensi Keadilan/ Al-„Adl. Parameter Syariah merupakan salah satu
parameter non ekonomi yang menarik dan membedakan antara model dinamika
sosial Ibnu Khaldun dengan pengukuran kemiskinan yang selama ini banyak
dilakukan oleh peneliti. Pendekatan model sosial struktural Ibnu Khaldun
diharapkan mampu memberi solusi dalam hal pengentasan kemiskinan di berbagai
negara dan merumuskan kembali bahwa faktor-faktor penyebab kemiskinan
bukan lagi dapat dilihat dari dimensi ekonomi saja, akan tetapi juga dari dimensi
non-ekonomi seperti dimensi moralitas.
Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini
menggunakan data panel yang merupakan gabungan antara data cross-section dan
time-series. Jenis data panel yang digunakan adalah Balanced panel yaitu data
panel dimana jumlah periode waktu yang sama untuk setiap objek/individu
pengamatan. Data panel dalam penelitian ini menggunakan data cross-section
sebanyak 34 provinsi dan data time-series sebanyak 10 tahun yaitu sejak tahun
2013-2022. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan
dengan menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 25 provinsi. Kemudian jumlahmasing-masing sampel diambil dengan teknik Cluster Sampling. Dalam penelitian
ini pengambilan sampel ditentukan berdasarkan kelompok provinsi yang berada di
Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan provinsi yang berada Kawasan Timur
Indonesia (KTI). Adapun metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan
metode data panel statis yaitu Pooled Least Square.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Al-Mulk yang
diproxikan dengan Pengeluaran Pemerintah (di bidang perlindungan sosial),
dimensi syariah yang diproxikan dengan jumlah kasus tindak pidana korupsi,
dimensi Ar-Rijal yang diproxikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
dimensi Al-Mal yang diproxikan dengan Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) dan dimensi Al-„Imarah yang diproxikan dengan Investasi Pemerintah
berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Sedangkan dimensi Al-
„Adl yang diproxikan dengan Gini Ratio tidak mempunyai pengaruh terhadap
tingkat kemiskinan di Indonesia. Bedasarkan hasil penelitian tersebut, maka
temuan penelitian menunjukkan bahwa selain faktor ekonomi yaitu Pengeluaran
Pemerintah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) dan Investasi Pemerintah, faktor nonekonomi yaitu tindak pidana
korupsi harus menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pemerintah
terkait pengentasan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.
Description
Reupload file reporitory 2 februari 2026_arif/halima
