Hubungan Antara Pola Konsumsi Natrium (Na) dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja di SMAN 2 Jember
| dc.contributor.author | Laudil Machfud Al Aziz | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T06:41:05Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-15 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Hipertensi dikenal sebagai ‘the silent killer’ yang umumnya terjadi pada usia dewasa, saat ini mulai terjadi peningkatan prevalensi pada usia remaja. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan tren peningkatan hipertensi pada penduduk berusia ≥ 15 tahun dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 29,2% tahun 2023. Prevalensi penderita hipertensi di Provinsi Jawa Timur sebesar 8% menurut diagnosis dokter dan 32,8% menurut hasil pengukuran. Kabupaten Jember menduduki peringkat ketiga teratas dengan estimasi penderita sebesar 3,98% dan Kecamatan Sumbersari menduduki peringkat pertama penderita hipertensi dengan estimasi sebesar 3,97%. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi memengaruhi gaya hidup remaja saat ini, karakteristik remaja yang masih labil cenderung tidak dapat mengontrol pola makan dan aktivitas yang dilakukan. Gaya hidup seperti ini diyakini berperan signifikan dalam peningkatan risiko hipertensi pada kelompok usia ini. Apabila hipertensi tidak segera ditangani, hal ini dapat berpengaruh pada produktivitas remaja dan dalam jangka waktu panjang berisiko menjadi masalah yang lebih serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi natrium dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMAN 2 Jember. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi aktif kelas 10 dan 11 SMAN 2 Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan didapatkan 151 sampel. Kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden, lancar dalam berkomunikasi dan menulis, serta hadir saat penelitian berlangsung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2025. Data variabel dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk melihat pola konsumsi natrium yang terdiri dari 46 jenis makanan/minuman tinggi natrium, frekuensi konsumsi (sering, jarang, dan tidak pernah), serta jumlah asupan natrium (mg/hari). Selain itu, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengukur aktivitas fisik (total Metabolic Equivalents) dalam satu minggu terakhir yang dikategorikan menjadi tingkat ringan, sedang, dan berat. Pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer digital Omron. Status gizi diukur menggunakan microtoise OneMed dengan ketelitian 0,1 cm dan timbangan badan digital GEA dengan ketelitian 0,1 kg. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan (CI) 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar kejadian hipertensi berada pada kelompok usia 17 tahun (13,9%) dan jenis kelamin laki-laki (23,2%). Sebagian besar responden yang tidak mengalami hipertensi memiliki status gizi baik sebanyak 60,3%. Dari total 29,8% responden yang memiliki riwayat hipertensi keluarga, sebanyak 9,3% responden mengalami hipertensi. Mayoritas remaja memiliki asupan natrium yang melebihi anjuran harian (59%) dengan rata-rata asupan natrium 2.495 mg/hari. Lima jenis bahan makanan yang sering dikonsumsi dan menjadi penyumbang natrium tinggi diantaranya; telur ayam (75,5%), kecap (59,6%), kerupuk (57%), fried chicken (49,7%), dan nugget (48,3%). Tingkat aktivitas fisik remaja SMAN 2 Jember sebagian besar masuk pada kategori tingkat sedang (55%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMAN 2 Jember (p < 0,005; OR=4,373) remaja yang mengonsumsi natrium lebih berisiko 4,37 kali lebih besar dibandingkan remaja dengan konsumsi natrium cukup sesuai anjuran. Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMAN 2 Jember (p > 0,005). SMAN 2 Jember diharapkan dapat menerapkan kantin sehat, melakukan skrining kesehatan, dan tindak lanjut hasil skrining kesehatan kepada wali murid. Puskesmas Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember diharapkan dapat melanjutkan kegiatan sosialisasi terkait batasan konsumsi natrium harian dan memperkuat skrining kesehatan kepada remaja. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan alat yang telah terstandar oleh Kementerian Kesehatan untuk mengurangi risiko bias saat pengambilan data penelitian. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Leersia Yusi Ratnawati, S.KM., M.Kes DPA: Dhuha Itsnanisa Adi, S.Gz., M.Kes | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2337 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Pola Konsumsi | |
| dc.subject | Aktivitas Fisik | |
| dc.subject | Hipertensi | |
| dc.title | Hubungan Antara Pola Konsumsi Natrium (Na) dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja di SMAN 2 Jember | |
| dc.type | Other |
