Pemodelan dan Analisis Steel Bracket Sebagai Sambungan Antar Kolom Bangunan Beton Modular

Abstract

Bangunan beton modular menawarkan efisiensi waktu dan mutu terkontrol, namun keandalannya sangat bergantung pada kinerja sambungan. Penelitian ini bertujuan mendesain sambungan steel bracket optimal dan mengevaluasi kinerjanya pada redesain gedung rawat inap RS Kaliwates, Jember, menjadi struktur modular tiga lantai. Hasil preliminary design menetapkan dimensi balok induk 30×50 cm, balok kantilever 25×30 cm, pelat 12 cm, pelat kantilever 10 cm, dan kolom 40×40 cm (mutu beton 40 MPa, BJTS 420). Analisis ETABS V21.1.0 menunjukkan periode fundamental (X = 0,486 detik; Y = 0,523 detik) dan simpangan antar-tingkat maksimum (27,075 mm) telah memenuhi batas izin. Seluruh kontrol penulangan, lendutan, dan pengangkatan modul berstatus aman (OK) sesuai standar SNI yang berlaku. Desain steel bracket menggunakan pelat dasar 400×400×20 mm, lima pelat pengaku 16 mm (BJ41, 𝐹𝑦 = 250 MPa), dan 12 angkur A325M berdiameter 20 mm. Berdasarkan evaluasi LRFD (SNI 1729:2020), profil baja tergolong kompak dengan rasio tegangan maksimum 0,250 (≤ 1,0), sehingga aman dari leleh maupun tekuk lokal. Meskipun komponen baja terbukti kuat, sistem pengangkurannya ke beton dinyatakan tidak memenuhi syarat (NOT OK). Kegagalan ini didominasi oleh breakout tarik, side-face blowout, dan breakout geser akibat jarak tepi angkur (40 mm) dan dimensi kolom (400x400 mm) yang terlalu kecil. Sebagai solusi, ditambahkan tulangan penahan angkur (anchor reinforcement) untuk mengambil alih beban tarik-geser dari beton polos ke baja daktail guna menjamin keamanan sistem sambungan.

Description

:: Finalisasi file repositori 4 Agustus 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By