Upaya Pengendalian Kualitas Produk Roti Manis Menggunakan Metode Six Sigma (Studi Kasus pada UMKM Mahkota Bakery di Malang)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Mahkota Bakery merupakan salah satu UMKM di Malang yang bergerak dibidang pangan. Salah satu produk Mahkota Bakery adalah roti manis, dengan rata-rata produksi 15 kg/hari yang menghasilkan 300 pcs roti manis. Permasalahan yang sering dihadapi pada proses produksi roti manis adalah extrusion defect dan juga roti gosong. Hal tersebut biasa terjadi karena beberapa faktor, seperti kelalaian pekerja dan juga faktor alat yang sudah terlalu tua sehingga mempengaruhi hasil produksi. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kecacatan pada roti manis dan juga memberikan rekomendasi usulan untuk perbaikan pada cacat produk. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode six sigma yang bertujuan untuk menganalisis faktor kegagalan sehingga bisa memberikan usulan perbaikan terkait produk cacat tersebut. Terdapat dua jenis kecacatan pada proses produksi, yaitu cacat roti gosong dan juga extrusion ddefect. Dimana cacat roti gosong biasanya terjadi pada proses pengovenan karena suhu yang telalu tinggi dan juga alat yang terlalu tua, sehingga suhu mudah naik turun. Selain itu juga terdapat extrusion defect yang disebabkan oleh pengisian selai yang terlalu banyak, sehingga pada saat pengovenan adonan akan pecah dan selai keluar dari adonan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat cacat roti gosong sebanyak 1.454 pcs dengan presentase kecacatan sebesar 41% dan juga extrusion defect sebanyak 2.105 pcs dengan presentase kecacatan sebesar 59%. Bedasarkan hasil penelitian tersebut, rekomendasi usulan yang dapat diberikan untuk meminimalisir dan mengurangi hasil kecacatan pada roti gosong adalah dengan melakukan pembuatan SOP terkait pembagian tugas secara spesifik, pengecekan berkala setiap 5 menit sekali, dan juga melakukan upgrade alat untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi cacat gosong. Sedangkan pada extrusion defect perlu dilakukan pembuatan SOP terkait pengecekan ulang terhadap penutupan adonan yang telah diisi selai dan juga pengadaan alat pengisi kue otomatis agar selai yang diisikan memiliki volume yang sama dan tidak menimbulkan cacat produk.

Description

Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By