Biokomposit Berbasis PLA dan Serat Ampas Tebu: Studi Kekuatan Impak dan Struktur Mikro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Saat ini, penerapan material komposit semakin beragam. Hal ini
menunjukkan bahwa telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai
pemanfaatan serat alam sebagai bahan campuran pada material komposit.
Kombinasi matriks dan serat alam disebut biokomposit. Namun penggunaan serat
alam masih menimbulkan permasalahan karena komponen serat seperti
hemiselulosa, lignin, dan pengotor masih ada. Kehadiran beberapa zat ini
membuat biokomposit tidak memiliki kekuatan mekanik yang optimal. Alternatif
untuk meningkatkan kekuatan mekanik adalah dengan mengolah serat dengan
perlakuan kimia untuk menghilangkan kotoran dan meningkatkan kandungan
selulosa. Proses ini disebut alkalisasi dan melibatkan perendaman serat dalam
larutan NaOH selama waktu dan konsentrasi tertentu.
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi proses
pembuatan, pengujian impak, dan pengamatan struktur mikro. Bahan yang
digunakan adalah serat ampas tebu dan matriks PLA (Polylactic acid). Sebelum
proses pembuatan, ampas tebu dijemur di bawah terik matahari selama 14 hari
hingga benar-benar kering. Kemudian ampas tebu disortir untuk diambil seratnya,
kemudian serat ampas tebu tersebut dihaluskan dengan blender. Ayak ampas tebu
yang telah digiling halus melalui saringan berukuran 80 mesh. Selanjutnya ampas
tebu direndam dalam larutan NaOH 4 wt%, 6 wt%, dan 8 wt% pada suhu kamar
selama 4 jam untuk melakukan perlakuan alkalisasi. Serat yang telah dialkalisasi
kemudian dibilas hingga pH 7 dan kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu
60 °C. Proses pembuatan biokomposit diawali dengan penimbangan matriks PLA
dan serat tebu dengan komposisi 98:2 % per meter volume filamen. Sebelumnya,
parameter ekstruder diatur untuk menyesuaikan dengan suhu PLA yang diekstrusi.
Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ekstruder untuk proses
pembuatan filamen 3D Printing. Proses penarikan dilakukan secara perlahan
hingga diperoleh filamen yang seragam. Filamen yang sudah jadi dimasukkan ke
dalam mesin 3D Printing dengan parameter yang diatur sesuai dengan file
(.gcode) ASTM E23-12c. Uji impak dan pengamatan struktur mikro dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dan struktur mikro patahan biokomposit
PLA/partikel serat tebu.
Berdasarkan uji impak yang dilakukan terhadap biokomposit PLA yang
berpenguat partikel serat tebu, diperoleh hasil bahwa kekuatan impaknya
meningkat pada setiap variasi. Kekuatan tertinggi terdapat pada variasi perlakuan
alkalisasi dengan konsentrasi NaOH 6% sebesar 45,03 kJ/m2. Nilai tertinggi
disebabkan oleh perlakuan alkalisasi serat tebu, yang meningkatkan ikatan
antarmuka antara matriks PLA dan partikel serat tebu. Selain itu, proses fabrikasi
biokomposit dengan menggunakan metode 3D Printing, memungkinkan dispersi
partikel yang seragam atau merata. Hal ini ditunjukkan dengan pengamatan
struktur mikro patahan biokomposit dengan Digital Microscope.
Description
Reupload file repository 12 februari 2026_agus/feren
