Analisis Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Menggunakan Metode HOT FIT di Kota Pasuruan

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kebijakan kesehatan di Indonesia mewajibkan setiap puskesmas menggunakan Sistem Informasi Manajemen Puskemas (SIMPUS). Penerapan pengembangan SIMPUS di Kota Pasuruan bersifat wajib dan digunakan untuk mempermudah pekerjaan baik untuk laporan puskesmas ataupun entry data pasien mulai dari identitas pasien sampai dengan pemeriksaan dan pengobatan pasien. Namun, dalam pelaksanaannya SIMPUS masih menemui banyak kendala sehingga belum berjalan secara optimal. Masalah yang terjadi dalam penerapan SIMPUS mulai dari pelayanan pendaftaran yang lama karena aplikasi sering mengalami gangguan dan koneksi kurang stabil serta kesulitan dalam pencarian data pasien. Selain itu kurangnya fitur pelaporan dalam SIMPUS sehingga terjadi keterlambatan dalam pengiriman laporan dari puskesmas ke dinas kesehatan menyebabkan pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Masalah yang terjadi dalam pelaksanaan SIMPUS dapat mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait analisis SIMPUS menggunakan metode HOT-fit berdasarkan tiga aspek yaitu manusia, teknologi, dan organisasi di Kota Pasuruan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis penerapan sistem informasi manajemen Puskesmas menggunakan Metode HOT Fit di Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara 8 variabel yang meliputi kualitas sistem, kualitas layanan, kualitas informasi, organisasi, kepuasan pengguna, penggunaan sistem terhadap pemanfaatan sistem dan mutu pelayanan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 2 yaitu petugas selaku pengguna sistem dan pasien. Responden dalam penelitian ini sebanyak 160 orang petugas dan 150 orang pasien. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2020. Analisis data dilakukan menggunakan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap pemanfaatan sistem yaitu kepuasan pengguna, penggunaan sistem, kualitas layanan, dan organisasi. Indikator yang memberikan dampak positif yaitu kemudahan dipelajari dan digunakan, fleksibel, aman, akurat, tepat waktu, relevan, mudah diakses serta adanya jaminan dan tindak lanjut dari penyedia layanan SIMPUS. Variabel pemanfaatan sistem berpengaruh terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Pasuruan karena dengan adanya aplikasi SIMPUS membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mempercepat pelayanan pasien. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terdiri dari kualitas sistem dan kualitas informasi. Variabel yang tidak berpengaruh disebabkan karena informasi yang dihasilkan masih belum lengkap sesuai dengan kebutuhan pengguna, kurangnya pelatihan pada pengguna SIMPUS, kecepatan akses yang belum maksimal, kesulitan dalam proses rekapitulasi data pelaporan serta evaluasi yang belum dilakukan. Saran yang dapat diberikan untuk Puskesmas Kota Pasuruan yaitu perlu dilakukan optimalisasi pemanfaatan menu-menu yang tersedia di SIMPUS, pengembangan fitur laporan online yang terintegrasi langsung pada Dinkes Kota Pasuruan, peningkatan kualitas jaringan atau koneksi internet agar terhindar dari error dan koneksi yang lamban sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis secara berkala kepada pengguna SIMPUS yang ada di seluruh Puskesmas Kota Pasuruan dan juga perlu adanya evaluasi dan pemeliharaan rutin terhadap perangkat yang dilakukan secara berkala dengan waktu 6 bulan sekali untuk memantau permasalahan dan menyusun rencana perbaikan.

Description

reupload file repository 6 april 2026 izza/tofik

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By