Peningkatan Kompetensi Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Inovatif Melalui Komunitas Belajar di TK Dharma Indria II
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kompetensi guru PAUD mencakup pengetahuan, keterampilan, dan
sikap profesional dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi
pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Salah satu
aspek penting dari kompetensi ini yakni kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran inovatif sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Pengamatan awal di
TK Dharma Indria II di bulan Agustus-September menunjukkan bahwa kegiatan
belajar masih monoton, seperti penggunaan LKA secara berulang tanpa variasi.
Guru belum terbiasa merancang kegiatan yang fleksibel dan kreatif, sehingga
diperlukan upaya peningkatan kompetensi melalui strategi yang mendukung
kolaborasi dan refleksi yaitu pembentukan komunitas belajar guru.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana komunitas
belajar di TK Dharma Indria II secara signifikan bisa meningkatkan kompetensi
guru dalam melaksanakan pembelajaran inovatif dan bagaimana peningkatan
kompetensi guru TK Dharma Indria II dalam melaksanakan pembelajaran inovatif
melalui komunitas belajar. Metode yang digunakan adalam Penelitian Tindakan
model Kemmis dan Mc Taggart dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek
empat guru kelas dari kelas A1, A2, B1 dan B2. Penelitian ini dilaksanakan dalam
dua siklus, pada siklus pertama, perencanaan dilakukan untuk memberi tahu focus
penelitian yang akan dilakukan yaitu pembentukan komunitas belajar secara
mandiri dan menyusun pembelajaran inovatif berbasis proyek. Pelaksanaan
dilakukan dengan membentuk struktur organisasi komunitas belajar TK Dharma
Indria II ditunjuk ketua, sekretaris, dan koordinator materi, ruang diskusi pada
komunitas belajar pada siklus ini berjalan dengan baik setiap guru kelas
mengemukakan kegiatan yang akan dilakukan disertai dengan saran-saran dari
rekan guru lainnya. Didapatkan hasil yaitu kegiatan dengan tema bencana alam
dengan subtema yang berbeda di setiap kelasnya. Lalu, hasil pengamatan yang
diperoleh yaitu komunitas belajar mampu memberikan ruang diskusi untuk guru
menyusun pembelajaran akan tetapi modul ajar belum dibuat pada siklus ini.
Terdapat refleksi dari penerapan pembelajaran yang dilaksanakan dimana
persiapan alat dan bahan belum maksimal dilakukan sehingga mengganggu
jalannya kegiatan pembelajaran. Lalu dilakukan perencanaan untuk kegiatan
komunitas belajar lanjutan dengan fokus memperbaiki hasil refleksi siklus satu
dan melakukan kolaborasi dalam penyusunan kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Pelaksanaan pada siklus 2 komunitas belajar berjalan dengan baik, guru lebih
percaya diri dalam menyampaikan pendapat dibandingkan sebelumnya. Observasi
pada siklus dua diperoleh hasil yaitu diskusi pada komunitas belajar mengalami
perubahan di mana guru lebih banyak melakukan diskusi akan tetapi kegiatan
yang disusun masih disusun sendiri-sendiri. Refleksi pada siklus kedua yaitu
pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik di mana guru telah
mempersiapkan alat dan bahan di sebelum hari walaupun kegiatan pembelajaran
belum dilakukan kolaborasi. Maka dari itu, dari hasil siklus satu dan dua yang
telah dilakukan didapatkan rata-rata peningkatan kompetensi guru dari 68,67%
menjadi 84,08%.
Maka dari itu dari hasil penelitian ini disarankan kepada guru agar terus
aktif dalam komunitas belajar sebagai ruang refleksi dan pengembangan. Untuk
kepala sekolah dapat menfasilitasi keberlanjutan komunitas belajar guru. Untuk
FKIP sebagai yayasan yang menaungi bisa memberikan supervisi untuk guru
dalam komunitas belajar. Serta untuk peneliti lain, dapat mengembangkan studi
serupa dengan waktu yang lebih lama dan membuat desain kegiatan komunitas
belajar supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.
Description
Reuploud file repositori 23 Feb 2026_Firli
