Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Balita Stunting di Puskesmas Puger
| dc.contributor.author | Mohammad Bachtiar Adam | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-27T05:50:25Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-02 | |
| dc.description | Reupload file repositori 03 Mar 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan neglected tropical disease yang disebabkan oleh tiga jenis spesies parasit utama yaitu: Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan hookworms (Ancylostoma duodenale & Necator americanus) dengan prevalensi infeksi di Jember pada tahun 2021 sebesar 10,73%. Infeksi STH lebih sering terjadi pada anak usia pra-sekolah atau anak balita (usia di bawah lima tahun), khususnya pada anak balita yang mengalami stunting. Keterkaitan antara infeksi STH dan stunting menyebabkan penyelesaian kedua masalah harus dilakukan secara sinergis yang dimulai dari tindakan preventif hingga kuratif. Tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan infeksi STH pada balita stunting, salah satunya kondisi sanitasi lingkungan. Kecamatan Puger merupakan wilayah di Kabupaten Jember yang mempunyai kondisi sanitasi kurang baik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian infeksi soil transmitted helminths (STH) pada balita stunting di Puskesmas Puger. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional yang menggunakan 41 sampel penelitian yang dipilih berdasarkan non random sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli 2024 yang dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap wawancara untuk menilai sanitasi lingkungan dan tahap pemeriksaan sammpel feses Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Uji Spearman Correlation digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antar variabel. Karakteristik jenis kelamin responden didominasi balita berjenis kelamin laki-laki (61%) dengan rentang usia paling banyak 2-5 tahun sebanyak 24 balita (58,5%). Hasil kuesioner sanitasi lingkungan yang dilakukan, didapatkan hasil baik sebanyak 24 responden (58,5%) dengan hasil positif terinfeksi STH pada 1 balita (2,44%). Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan infeksi soil transmitted helminths (STH) dengan p = 0.315 dan koefisien Spearman Rho Correlation = -0.161, yang menunjukkan tidak ada hubungan antara infeksi STH pada balita stunting di Puskesmas Puger. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan tidak berhubungan dengan infeksi STH pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Puger. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait faktor–faktor lain yang berpengaruh terhadap infeksi STH pada balita stunting, dan diperlukan perhatian pemerintah untuk meningkatkan sanitasi lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Puger. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr.rer.biol.hum.dr. Erma Sulistyaningsih, M.Si., GCert.AgHealthMed. DPA: dr. Dwita Aryadina Rachmawati, M.Kes., FISPH.,FISCM. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4810 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Infeksi Soil-Transmitted Helminths | |
| dc.title | Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Balita Stunting di Puskesmas Puger | |
| dc.type | Other |
