Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia L.) dari Ketinggian Tanah yang Berbeda
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Diabetes melitus adalah gangguan kronis yang ditandai dengan
meningkatnya glukosa pada darah karena pankreas tidak mampu menghasilkan
insulin atau insulin tidak bekerja dengan baik. Berdasarkan International Diabetes
Federation (IDF) pada tahun 2021, jumlah kematian di Indonesia akibat diabetes
mencapai 236,711 jiwa dan diperkirakan akan terus meningkat pada tiap tahunnya.
Oleh sebab itu, diperlukan penanganan yang efektif dan cepat untuk mengurangi
angka tersebut. Salah satu terapi yang dapat digunakan adalah menggunakan
akarbosa, yang bekerja dengan cara menghambat enzim α-amilase. Terapi alternatif
lain yang dapat digunakan adalah dengan buah pare (Momordica charantia L.).
Kandungan senyawa dalam buah pare yang diduga memiliki aktivitas antidiabetes
adalah senyawa triterpenoid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes ekstrak
buah pare yang berasal dari berbagai ketinggian tempat tumbuh, yaitu dataran
rendah (Jenggawah, Kabupaten Jember, 64 mdpl), dataran sedang (Arjasa,
Kabupaten Jember, 618 mdpl), dan dataran tinggi (Batu, Kota Batu, 947 mdpl).
Aktivitas antidiabetes diukur melalui pengujian penghambatan enzim α-amilase
dengan standar akarbosa. Kandungan senyawa metabolit diidentifikasi melalui
skrining fitokimia.
Hasil uji aktivitas penghambatan enzim α-amilase ekstrak etanol buah pare
dari ketinggian tanah yang berbeda memiliki rata-rata nilai IC50 masing-masing dari
dataran rendah hingga tinggi masing-masing sebesar 343,11 ± 5,55, 243 ± 2,14, dan
216,7 ± 5,06 µg/mL. Sedangkan nilai IC50 pada kontrol positif akarbosa sebesar
14,68 ± 0,12 µg/mL. Berdasarkan Nilai IC50 pada ketiga ekstrak etanol buah pare,
aktivitas penghambatan enzim α-amilase terbaik ditunjukkan pada ekstrak buah
pare dari dataran tinggi. Nilai IC50 dari ketiga sampel menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan berdasarkan uji post hoc LSD dengan nilai p < 0,001.
Identifikasi senyawa metabolit menunjukkan tiga ekstrak buah pare dari ketinggian
tanah yang berbeda positif mengandung flavonoid, dan saponin. Pada pare dataran
rendah positif mengandung steroid, pare dataran sedang negatif mengandung
steroid/terpenoid, dan pada pare dataran tinggi positif mengandung triterpenoid.
Berdasarkan hasil penelitian secara in vitro dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol
buah pare dari ketinggian tanah yang berbeda memiliki potensi untuk diteliti dan
dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antidiabetes.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 24
