Ketidaksantunan Berbahasa di Ruang Publik Digital Pada Kolom Komentar Akun Tiktok CNN Indonesia Dan Pemanfaatannya Sebagai Materi Ajar Menulis Teks Tanggapan di SMP Kelas VII
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan manusia, baik secara langsung maupun melalui media digital. Dalam berkomunikasi, penting untuk menjaga kesantunan berbahasa agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Namun, di era digital, pelanggaran terhadap kesantunan berbahasa masih sering terjadi. Hal ini karena media sosial memberi kebebasan berekspresi bagi siapa saja, meskipun tidak bertemu secara langsung. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan adalah TikTok, yang kolom komentarnya kerap menjadi ruang munculnya ketidaksantunan berbahasa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori maksim kesantunan Leech sebagai dasar analisis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Data penelitian berupa segmen tutur yang menunjukkan pelanggaran norma kesantunan pada kolom komentar akun TikTok CNN Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini berupa komentar pada akun TikTok CNN Indonesia bulan Oktober 2024. Pengumpul data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi. Proses analisis data dalam penelitian ini terdiri dari 1) redukasi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan wujud ketidaksantunan berbahasa yang muncul pada kolom komentar akun TikTok CNN Indonesia, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta memanfaatkan temuan tersebut sebagai bahan ajar untuk menulis teks tanggapan di SMP kelas VII. Hasil penelitian ketidaksantunan berbahasa Indonesia dalam kolom komentar akun TikTok CNN Indonesia ditemukan pelanggaran maksim kesantunan Leech yang meliputi pelanggaran terhadap maksim kebijaksanaan (tact), kedermawanan (generosity),
penghargaan (approbation), kesederhanaan (modesty), pemufakatan (agreement), dan kesimpatian (sympathy). Faktor-faktor penyebab ketidaksantunan meliputi penyampaian kritik secara kasar, pengaruh emosi, sikap protektif terhadap pendapat pribadi, upaya memojokkan lawan tutur, serta tuduhan yang dilandasi oleh prasangka atau kecurigaan. Hasil penelitian ini sekaligus dimanfaatkan sebagai bahan ajar menulis teks tanggapan di SMP kelas VII. Penggunaan data yang bersumber dari ruang publik digital, seperti kolom komentar TikTok, memungkinkan terwujudnya pembelajaran berbasis fakta sosial yang aktual dan kontekstual.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, disarankan agar lebih peduli terhadap fenomena ketidaksantunan berbahasa di media sosial, serta memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan kajian atau diskusi dalam mata kuliah yang relevan. Bagi peneliti di bidang terkait, disarankan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk ketidaksantunan di berbagai platform media sosial lainnya atau memperdalam analisis melalui pendekatan yang berbeda. Sementara itu, bagi guru Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan inspirasi dalam merancang pembelajaran menulis teks tanggapan berbasis data autentik dari media sosial agar proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Description
Reupload Repositori File 11 Februari 2026_Kholif Basri
