Implementasi Fisioterapi Dada Dan Latihan Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia Di Ruang Melati Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Di RSUD Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bawah yang
masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada usia lanjut. Di
Indonesia, prevelensi pneumonia terus meningkat, termasuk di RSUD dr. Haryoto
Lumajang tercatat 355 kasus pada tahun 2024. Pneumonia sering menyebabkan gangguan
bersihan jalan nafas tidak efektif akibat penumpukan sekret, sehingga memerlukan
penanganan yang tepat. Intervensi fisioterapi dada dan latihan batuk efektif merupakan
pendekatan nonfarmakologis yang penting untuk mendukung proses penyembuhan. Tujuan
penelitian ini adalah menjelaskan implementasi fisioterapi dada dan latihan batuk efektif
pada pasien pneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif di
RSUD dr. Haryoto Lumajang
Desain penelitian ini mengggunakan studi kasus terhadap satu partisipan yang
didiagnosis pneumonia dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif dengan
memenuhi tanda gejala mayor 80%. Implementasi ini dilakukan di Ruang Melati RSUD
dr. Haryoto Lumajang dua kali sehari dengan durasi 5-10 menit pada tanggal 9 sampai 11
Maret 2025.
Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari dengan data mayor 80% dan data minor
37,5% didapatkan hasil penurunan yang signifikan frekuensi nafas 27x/menit, Pola nafas
membaik, suara nafas tambahan ronchi tidak ada, SpO2 meningkat menjadi 99%, pasien
menunjukkan kemampuan batuk efektif dan pengeluaran sputum meningkat. Fisioterapi
dada dan latihan batuk efektif dilakukan selama 3 hari, dua kali sehari pagi dan malam,
dengan durasi 5-10 menit.
Fisioterapi dada dan latihan batuk efektif merupakan salah satu intervensi yang efektif
dalam mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien
pneumonia. Tingkat keberhasilan terapi dipengaruhi kondisi penyakit penyerta pasien
sehingga perlu ditunjang dengan pengobatan farmakologi.
Description
Reupload file repository 25 Februari 2026_Ratna
