Implementasi Latihan Bobath pada Pasien Stroke dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik di RSUD dr. Haryoto Lumajang

dc.contributor.authorRamandani Nurindahsari
dc.date.accessioned2026-09-15T03:15:07Z
dc.date.issued2026-05-26
dc.descriptionFINALISASI oleh Arif 2026 September 15
dc.description.abstractStroke merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak menyebabkan penurunan pasokan darah dan oksigen ke otak sehingga terjadi hipoksia, gangguan metabolisme sel, dan kematian sel (nekrosis) pada area otak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan koordinasi, dan perubahan tonus otot, serta memunculkan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah dukungan mobilisasii melalui fasilitasi pergerakan salah satunya latihan Bobath. Tujuan tugas akhir ini untuk mengidentifikasi implementasi latihan Bobath pada pasien stroke dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Partisipan adalah Ny. N, berusia 66 tahun dengan diagnosis hemiparese dekstra+stroke akut, kesadaran composmentis, mengalami gangguan mobilitas fisik, mampu memahami dan mengikuti instruksi yang diberikan, tidak mengalami demensia, bersedia menjadi responden, serta tidak mengalami komplikasi berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. N memenuhi 100% tanda mayor yaitu kesulitan dalam menggerakkan ekstremitas kanan, kekuatan otot menurun, dan rentang gerak (ROM) menurun. Selain itu, ditemukan tanda minor gerakan terbatas pada ekstremitas kanan atas dan bawah dan kondisi fisik lemah. Intervensi yang diberikan adalah latihan Bobath, yang dilakukan selama 7 hari berturut-turut, 1 kali sehari dengan durasi 25 menit. Hasil implementasi latihan Bobath menunjukkan bahwa setelah implementasi masalah gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian, ditandai dengan partisipan mengatakan sudah tidak kesulitan menggerakkan ekstremitas kanan, kekuatan otot ekstremitas kanan atas 5, dan ekstremitas kanan bawah 4, ROM meningkat, gerakan terbatas menurun dan kelemahan fisik menurun. Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan Bobath, dapat meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke. Maka dari itu, diharapkan perawat dapat menerapkan latihan Bobath kepada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperpanjang periode intervensi dikarenakan penyelesaian gangguan neuromuskular membutuhkan waktu yang cukup lama.
dc.description.sponsorship1. Indriana Noor Istiqomah, S.Kep., Ners., M.Kep. 2. Mashuri, S.Kep., Ners., M.Kep.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14903
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectGangguan mobilitas fisik
dc.subjectLatihan Bobath
dc.subjectStroke non hemoragik.
dc.titleImplementasi Latihan Bobath pada Pasien Stroke dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik di RSUD dr. Haryoto Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
LTA FIXX RAMANDANI NURINDAHSARI (1).,.pdf
Size:
7.31 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections