Indeks Kesuburan Tanah Lahan Sawah Padi Sub Optimal di Empat Kabupaten Jawa Timur

Abstract

Lahan sawah padi yang tersebar di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo memiliki karakteristik sebagai lahan sub optimal berdasarkan dua kriteria yang ditentukan dan saling berkaitan. Berdasarkan data BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) yang diperoleh melalui Dinas Pertanian, lahan sawah padi yang menjadi lokasi penelitian memiliki hasil produktivitas yang kurang optimal dan Indeks Pertanaman (IP) dengan rata-rata hanya 1,5 kali musim tanam. Kondisi tersebut mempengaruhi hasil produktitvitas karena musim tanam yang lebih rendah dibandingkan potensi optimalnya, yaitu 2 hingga 3 kali musim tanam, sesuai dengan target pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan menentukan sebaran indeks kesuburan tanah lahan sawah padi sub optimal di Empat Kabupaten Jawa Timur. Penelitian ini menentukan pengaruh variabel kesuburan tanah yang terpilih terhadap Indeks Kesuburan Tanah. Penelitian dilakukan pada 174 titik menggunakan metode purposive sampling. Parameter kimia tanah yang dianalisis meliputi pH, C-organik, N, P, K, C/N rasio, Ca, Na, Mg, KTK, dan KB. Parameter fisika tanah yang dianalisis adalah tekstur tanah (% pasir dan % liat). Indeks kesuburan tanah ditentukan menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA) yang dilanjutkan dengan pendekatan Soil Fertility Index (SFI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesuburan tanah pada lahan sawah di Kabupaten Jember memiliki kategori rendah hingga sangat rendah, Kabupaten Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi memiliki kategori sangat rendah. Natrium (Na) menjadi variabel yang paling berpengaruh, sesuai dengan nilai indeks kesuburan tanah di lokasi penelitian dengan kategori rendah hingga sangat rendah.

Description

Finalisasi September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By