Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kebugaran Jasmani Remaja Laki-Laki di SMP Negeri 8 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

FAKULTAS KEDOKTERAN

Abstract

Remaja merupakan periode penting dalam tumbuh kembang fisik maupun psikologis seseorang. Selama fase ini, remaja mengalami perubahan yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Penelitian menunjukkan bahwa kemajuan teknologi, seperti penggunaan gadget mengakibatkan penurunan dari aktivitas fisik, dengan data RISKESDAS 2018 menunjukkan penurunan aktivitas remaja pada usia 10-19 tahun meningkat menjadi 57% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu gaya hidup yang semakin modern juga menyebabkan perubahan pada pola makan, termasuk peningkatan konsumsi makanan cepat saji yang juga berperan dalam ketidakseimbangan komposisi lemak tubuh, sehingga berdampak pada Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengukuran IMT berhubungan dengan status gizi yang dapat mempengaruhi kesehatan. IMT yang rendah menyebabkan kurangnya energi dan protein dalam waktu lama mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan pemeliharaan sel tubuh, pembentukan ikatan esensial tubuh, dan pengaturan keseimbangan air, sedangkan Nilai IMT yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan metabolik kardiovaskular dan kardiopulmoner, mencakup dari peningkatan curah jantung dan ventilasi paru. Nilai IMT yang meningkat ataupun menurun dapat berkontribusi pada penurunan kapasitas aerobik, yang mengakibatkan risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan kardiometabolik serta gangguan fungsi jantung dan paru yang bedampak pada kebugaran seseorang. Data dari Sistem Informasi Kebugaran Jasmani (SIPGAR) menunjukkan bahwa kondisi kebugaran remaja di Jawa Timur pada tahun 2022 mayoritas dalam kategori kurang sekali, dengan persentase 7,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan IMT dengan kebugaran jasmani pada remaja laki-laki di SMP Negeri 8 Jember. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang dipilih adalah remaja yang bersekolah di SMP Negeri 8 Jember dengan banyak minimal 25 orang berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Data IMT dikumpulkan melalui pengukuran langsung, dan data kebugaran jasmani diukur dengan metode rockport. Analisis data menggunakan program SPSS, dan dianalisis secara univariat untuk mengetahui karakteristik variabel serta dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan menggunakan uji non-parametrik yaitu uji korelasi spearman rank. Nilai signifikansi semua uji p<0,05. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu mayoritas responden berada dalam kategori berat badan normal dan kurus ringan, sebanyak 11 responden (28,2%). Berdasarkan data yang diperoleh mayoritas kebugaran jasmani responden termasuk dalam katagori cukup sebanyak 20 orang (51,3%). Hasil analisis statistik menujukkan terdapat hubungan antara IMT dengan kebugaran jasmani pada remaja laki-laki di SMP Negeri 8 Jember (p-value sebesar 0,019, dengan nilai nilai r = -0,373). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kebugaran jasmani pada remaja laki-laki di SMP Negeri 8 Jember. Dengan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja laki-laki di SMP Negeri 8 Jember mayoritas dalam kategori kurus ringan dan Normal. Dan kebugaran jasmani pada remaja laki-laki di SMP Negeri 8 Jember mayoritas dalam kategori cukup.

Description

Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By