Deteksi Mikroplastik pada Organ Pencernaan, Insang, dan Jaringan Otot Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Puger Kabupaten Jember serta Pemanfaatannya sebagai Buku Ilmiah Populer
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Plastik merupakan salah satu produk yang banyak diproduksi sebagai alat industri, pertanian, perikanan hingga rumah tangga karena sifatnya yang ringan, kuat dan tahan lama. Sifat tahan lama yang dimiliki oleh plastik ini memiliki dampak buruk bagi lingkungan sekitar karena sulit untuk terdegradasi dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Plastik yang telah mengalami proses degradasi akan menjadi fragmen yang lebih kecil atau disebut sebagai mikroplastik. Mikroplastik pada lingkungan tidak dapat terlihat secara kasat mata dan hanya terlihat jika menggunakan mikroskop karena memiliki ukuran <5mm sehingga kehadirannya tidak tersadari oleh masyarakat sekitar. Mikroplastik dapat ditemukan pada sedimen, estuari, sungai hingga ke perairan laut. Mikroplastik yang berada di lingkungan perairan laut dapat berpotensi termakan oleh biota laut seperti ikan. Hal tersebut dapat terjadi karena ikan mengira mikroplastik sebagai makanannya. Mikroplastik yang termakan oleh ikan ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi ikan berupa penurunan fungsi organ hingga gangguan kesehatan lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada tubuh ikan yaitu dalam organ pencernaan; intestinum dan lambung, serta organ non pencernaan berupa jaringan otot dan insang. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapang yang dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger Kabupaten Jember sebagai tempat untuk pengambilan sampel dan dilanjut pengamatan mikroplastik di laboratorium Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember pada bulan Januari sampai Mei 2024. Sampel ikan yang diambil dari Tempat Pelelangan Ikan TPI Puger Jember berjumlah 27 ekor dengan 9 jenis ikan yang berbeda. Selanjutnya dilakukan prosedur untuk deteksi mikroplastik dalam tubuh ikan dengan membagi menjadi beberapa bagian yang telah ditentukan yaitu untuk organ pencernaan pada intestinum dan lambung sedangkan untuk organ non pencernaan dibatasi pada jaringan otot sebanyak 1 gram dan insang. Semua bagian bagian tersebut kemudian di rendam dalam KOH 10% dan dilakukan pengovenan selama 24 jam untuk meluruhkan organ dan tersisa mikroplastiknya. Dilanjut dengan pengamatan mikroplastik dibawah mikroskop stereo. Mikroplastik yang didapatkan kemudian akan dilakukan karakterisasi berupa ukuran, bentuk serta warna.
Mikroplastik yang ditemukan pada organ pencernaan dan non pencernaan berjumlah 406 fragmen. Pada organ pencernaan mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh ukuran 100-500 μm sebesar 36,19%, bentuk fiber sebesar 99,05 %, dan mikroplastik berwarna sebesar 85,71%. Hasil mikroplastik yang ditemukan pada organ non pencernaan tidak jauh berbeda dengan mikroplastik pada organ pencernaan yaitu didominasi oleh ukuran 100-500 μm sebesar 41,86%, bentuk fiber sebesar 94,68 %, dan mikroplastik berwarna sebesar 90,03 %. Hasil validasi produk berupa Buku Ilmiah Populer mendapatkan rata-rata 88 % dengan kriteria sangat layak.
Description
Reupload file repository 12 Februari 2026_Ratna
