Pengaruh Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Risiko Terjadinya Green Tobacco Sickness pada Pekerja di Pabrik Rokok X Kabupaten Bondowoso
| dc.contributor.author | Inga Miranda | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-13T04:11:42Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-16 | |
| dc.description | Reupload File Repository 12 Mei 2026_Yudi FINALISASI oleh Arif 2026 Mei 13 | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan salah satu produsen tembakau terbesar di dunia, di mana industri ini menjadi sumber pendapatan utama negara sekaligus penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang. Namun, di balik kontribusi ekonominya, para pekerja di industri tembakau menghadapi risiko kesehatan serius, salah satunya adalah Green Tobacco Sickness (GTS). GTS adalah keracunan nikotin yang terjadi akibat penyerapan nikotin melalui kulit saat pekerja menangani daun tembakau, baik dalam kondisi basah maupun kering. Gejala yang dialami meliputi pusing, mual, muntah, dan lemas, yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas pekerja. Prevalensi GTS di Indonesia tergolong tinggi, bahkan lebih tinggi dibanding beberapa negara produsen tembakau lain di dunia. Risiko GTS tidak hanya dialami pekerja yang menangani tembakau basah, tetapi juga pekerja pabrik rokok yang terpapar debu tembakau kering, di mana nikotin dapat menempel pada kulit atau terhirup melalui saluran pernapasan. Salah satu upaya pencegahan GTS adalah dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung. Namun, perilaku penggunaan APD di lingkungan pabrik rokok masih tergolong rendah akibat berbagai faktor, seperti rasa tidak nyaman, minimnya edukasi, dan kondisi kerja yang panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku penggunaan APD terhadap risiko terjadinya GTS pada pekerja di Pabrik Rokok X Kabupaten Bondowoso. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 171 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik, perilaku penggunaan APD, serta pemeriksaan COT Rapid Test Cotinine Cassette untuk mendeteksi paparan kotinin dalam urin. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki perilaku penggunaan APD yang rendah 124 (72,5%) dan mayoritas (77,2%) teridentifikasi berisiko positif GTS. Analisis statistik menggunakan uji regresi biner menunjukkan pengaruh signifikan antara perilaku penggunaan APD dengan risiko GTS (nilai signifikansi p = 0,000 dan OR sebesar 17,692 menunjukan bahwa pekerja dengan perilaku penggunaan APD yang rendah memiliki peluang 17,7 kali lebih besar untuk mengalami GTS. Hal ini menunjukkan bahwa selain perilaku penggunaan APD rendah, faktor lain juga berperan dalam meningkatkan risiko GTS, seperti lingkungan kerja, kebiasaan kerja, serta kurangnya pengawasan dan edukasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi perilaku, edukasi, serta penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pabrik rokok untuk menurunkan risiko GTS. Penelitian ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi institusi pendidikan keperawatan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan kurikulum dan modul pembelajaran terkait kesehatan kerja. Bagi profesi keperawatan, penelitian ini memperkuat peran perawat dalam memberikan edukasi dan promosi kesehatan kerja bagi pekerja industri tembakau. Bagi pelayanan kesehatan, hasil penelitian dapat menjadi dasar perancangan program edukasi serta prosedur penanganan GTS. Bagi pekerja dan manajemen pabrik rokok, penelitian ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan APD dan implementasi kebijakan keselamatan kerja. Terakhir, bagi peneliti, penelitian ini menjadi pengalaman berharga dalam riset kesehatan kerja dan dapat membuka peluang penelitian lanjutan terkait topik serupa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti tingginya risiko GTS pada pekerja pabrik rokok akibat rendahnya perilaku penggunaan APD, serta pentingnya upaya komprehensif untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja di industri tembakau. | |
| dc.description.sponsorship | Ns. Jon Hafan S., M.Kep., Sp. Kep. MB - Dr. Rondhianto, S.Kep., Ns., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7336 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Penggunaan Alat Pelindung Diri | |
| dc.subject | Green Tobacco Sickness | |
| dc.subject | Pabrik Rokok | |
| dc.title | Pengaruh Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Risiko Terjadinya Green Tobacco Sickness pada Pekerja di Pabrik Rokok X Kabupaten Bondowoso | |
| dc.type | Other |
