Analisis Kestabilan Lereng Dan Rekomendasi Geometri Pada Area Disposal Bersinggungan Lumpur di Tambang Batubara
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketidakstabilan lereng di
area disposal yang bersinggungan dengan air di PT Bukit Makmur Mandiri Utama
(BUMA) Site Lati, sebuah perusahaan kontraktor pertambangan batubara di
Kalimantan Timur. Operasi penambangan di area ini mengalami gangguan akibat
pergeseran lereng yang disebabkan oleh interaksi dengan air dan lumpur, yang
mempengaruhi sifat fisik dan mekanik tanah. Longsoran lereng tidak hanya
menghambat operasional, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap keselamatan
pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng di area
disposal tersebut, dengan fokus pada pengaruh lumpur terhadap faktor keamanan
lereng, dan memberikan rekomendasi desain geometri lereng yang optimal untuk
meminimalkan risiko longsor.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
analisis geoteknik. Lokasi penelitian berada di Site Lati, Kecamatan Gunung
Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Data yang digunakan meliputi data
topografi, stratigrafi, material properties, dan data jalan pit. Data diolah untuk
membuat model sayatan lereng, dan analisis stabilitas dilakukan dengan Metode
Kesetimbangan Batas (LEM) menggunakan software Rocscience Slide v6.
Tahapan analisis meliputi pengolahan data topografi dan stratigrafi, penentuan
material properties, dan perhitungan faktor keamanan lereng.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual geometri lereng dan
keberadaan lumpur memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas lereng.
Analisis menunjukkan penurunan nilai faktor keamanan (FK) pada beberapa
sayatan akibat keberadaan lumpur. Rekomendasi desain geometri lereng meliputi
penimbunan awal dengan fresh material setebal 8 meter, penyesuaian lebar bench
berdasarkan kondisi lapangan, kemiringan lereng akhir sebesar 35 derajat, dan
penutupan tambahan sepanjang 40 meter dengan fresh material setebal 4 meter
untuk melindungi area lumpur.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi geometri lereng dan
keberadaan lumpur menjadi faktor utama yang mempengaruhi stabilitas lereng.
Penerapan rekomendasi desain geometri lereng diharapkan dapat meningkatkan
faktor keamanan, meminimalkan risiko longsor, serta memastikan keselamatan
dan efisiensi operasional di area pertambangan batubara yang bersinggungan
dengan lumpur.
Description
Reupload Repositori File 11 Februari 2026_Kholif Basri
