Analisis Sitokin IFN-γ dan IL-4 pada Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Fraksi Protein 67 kDa dari Kelenjar Saliva Aedes albopictus
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kelenjar saliva Aedes albopictus mengandung sejumlah protein yang
berfungsi sebagai antihemostatik, vasodilator, dan imunomodulator, yang berperan
penting dalam keberhasilan transmisi virus Dengue. Protein kelenjar saliva Ae.
albopictus yang telah diidentifikasi sebagai imunomodulator meliputi pita protein
dengan berat molekul 31 kDa, 47 kDa, dan 67 kDa. Protein 67 kDa diduga sebagai
protein apirase mampu memodulasi respon imun inang dengan menghidrolisis ADP
dan ATP yang berperan dalam hemostasis dan imun. Paparan berulang protein 67
kDa pada mencit (Mus musculus) dapat memodulasi respon imun spesifik inang.
Modulasi tersebut ditandai dengan pergeseran respon imun dari subset Th1 menuju
subset Th2 berupa penurunan kadar sitokin IFN-γ dan peningkatan kadar sitokin
IL-4. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon imun seluler Th1 (IFN-γ)
dan Th2 (IL-4) pada mencit (Mus musculus) setelah paparan berulang protein 67
kDa dari kelenjar saliva Ae. albopictus.
Pengukuran kadar sitokin IFN-γ dan IL-4 pada penelitian ini dilakukan
menggunakan metode ELISA. Injeksi terhadap hewan uji dilakukan berdasarkan 3
kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif (Buffer), kontrol Adjuvant,
dan kelompok perlakuan protein 67 kDa + Adjuvant. Injeksi dilakukan secara
subkutan setiap dua minggu selama enam minggu. Pengambilan sampel darah
dilakukan pada minggu ke-0, ke-2, ke-4, dan ke-6, kemudian dilanjutkan dengan
preparasi serum darah. Serum yang diperoleh dianalisis untuk mengukur
konsentrasi sitokin IFN-γ dan IL-4 menggunakan ELISA Kit dari BT LAB
(Bioassay Technology Laboratory), dengan teknik sandwich ELISA sesuai dengan
panduan manual book.
Hasil analisis statistik uji One-Away ANOVA dan uji lanjut DMRT,
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu pada kelompok
perlakuan protein 67 kDa + Adjuvant menunjukkan konsentrasi sitokin IFN-γ mengalami penurunan signifikan dan konsentrasi sitokin IL-4 mengalami
peningkatan yang signifikan pada dari minggu ke-2, ke-4, dan ke-6 dibandingkan
dengan kelompok kontrol (Buffer) dan kontrol (Adjuvant). Paparan berulang
protein 67 kDa yang dikombinasikan dengan Adjuvant terbukti mampu
menurunkan kadar IFN-γ dan meningkatkan kadar IL-4. Berdasarkan hasil tersebut,
protein 67 kDa dari kelenjar saliva Ae. albopictus mampu memodulasi respon imun
dengan adanya pergeseran dari subset Th1 menuju subset Th2.
Description
Reupload file repositori 19 februari 2026_ratna/dea
