Studi Simulasi Pengaruh Variasi Ketebalan Photoanoda TiO2/CuS Dye-Sensitized Solar Cell Terhadap Kinerja DSSC
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Dunia saat ini, termasuk Indonesia, tengah menghadapi tantangan krisis
energi yang signifikan, khususnya di sektor minyak bumi. Sejumlah upaya telah
dilakukan untuk mengidentifikasi sumber energi alternatif yang memiliki potensi
besar, salah satunya adalah energi matahari. Diketahui bahwa energi matahari
yang sampai ke permukaan bumi mencapai sekitar 1.200.000 TW (triliun watt). Di
Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang menetapkan bahwa
23% dari total energi campuran harus bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan
(EBT), di mana energi matahari menjadi salah satu sumber yang memiliki potensi
terbesar, yakni sekitar 4,8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp. Namun
demikian, pemanfaatan energi surya di Indonesia masih sangat terbatas, yakni
hanya sekitar 10 MWp dengan potensi pengembangan sebesar 0,87 GW atau
sekitar 50 MWp per tahun.
Sel surya merupakan salah satu alternatif Energi Baru dan Terbarukan
(EBT) yang sesuai dengan harga yang kompetitif untuk negara berkembang
seperti Indonesia. Setelah melewati berbagai perkembangan generasi, Dye
Sensitized Solar Cell (DSSC) kini telah menjadi generasi ketiga yang mendapat
perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh
karakteristik DSSC yang ramah lingkungan, mudah dalam fabrikasi, dan lebih
ekonomis dibandingkan dengan sel surya konvensional yang lebih awal.
Umumnya, DSSC terdiri dari komponen fotoanoda yang terbuat dari
semikonduktor berpori, elektrolit, serta counter-elektroda yang terbuat dari bahan
metal konduktif atau karbon. Proses pembuatan fotoanoda ini melibatkan deposisi
material semikonduktor pada permukaan transparent conducting oxide (TCO),
sementara counter-elektroda yang berbentuk lapisan tipis konduktif, terbuat dari
metal atau karbon, ditempatkan pada sisi TCO yang lain.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbentuk simulasi yang
bertujuan untuk meningkatkan kinerja DSSC dengan variasi ketebalan TiO2/CuS
sebagai fotoanoda, dengan lebih dulu membandingkan berbagai bahan
semikonduktor yang digunakan sebagai fotoanoda, mulai dari TiO2 murni,
TiO2/Cu, TiO2/S, dan TiO2/CuS. Selain itu, penelitian ini mengeksplor parameterparameter
internal lainnya, seperti koefisien absorpsi dan pengaruh perubahan
nilai koefisien difusi pada suhu operasional. Adapun variasi ketebalan yang disimulasikan dimulai dari 1-100 μm, variasi koefisien absorpsi dengan nilai 500-
50.000 cm-1, dan suhu operasional 275-325 K.
Penelitian ini telah membuktikan bahwa DSSC berbahan TiO2 doping
CuS mampu meningkatkan nilai efisiensi DSSC dibandingkan berbahan TiO2
murni. Performa kinerja DSSC berbahan TiO2/CuS menghasilkan nilai efisiensi
lebih tinggi sebesar 16,77% berbanding dengan DSSC berbahan TiO2 murni
sebesar 6,53%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja DSSC menjadi semakin baik
dengan TiO2/CuS sebagai fotoanoda. Variasi parameter internal DSSC, seperti
ketebalan fotoanoda (d), nilai koefisien absorpsi (a), dan nilai koefisien difusi (D)
pada berbagai suhu operasional yang telah disimulasikan, terbukti dapat
meningkatkan nilai efisiensi DSSC. Optimasi yang dilakukan dari variasi
parameter internal tersebut mampu menghasilkan nilai optimum yang
berkontribusi pada efisiensi maksimum, dimulai dari ketebalan optimum
fotoanoda sebesar 3 μm, nilai koefisien absorpsi optimum sebesar 17.000 cm⁻¹
pada titik saturasi eksitasi foton (SEF), dan nilai koefisien difusi optimum sebesar
1,51 × 10⁻⁶ cm²/s, pada suhu operasioanal tertinggi sebesar 325 K.
Description
Reupload file repositori 05 Mar 2026_Maya
