Pemerintahan Transisi Timor Leste Setelah Lepas Dari NKRI Pada Tahun 1999-2002
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini membahas Pemerintahan Transisi Timor Leste yang pada tahun 1999-2002. Timor Leste mengalami konflik pasca referendum pemisahan dengan Indonesia yang berakibat kepada state collapse atau negara runtuh. Oleh karena itu, PBB hadir dan membantu Timor Leste untuk membentuk negaranya kembali. Melalui UNTAET, PBB mendirikan pemerintahan transisi dengan mandat yang mencakup kewenangan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. UNTAET mampu menstabilkan keamanan, memulihkan fungsi pemerintahan dasar, serta membangun kerangka kelembagaan negara dari kondisi hampir nihil. Melalui rekonstruksi birokrasi, pembentukan sektor keamanan dan sistem peradilan, penyediaan layanan publik esensial, serta fasilitasi proses politik demokratis termasuk penyusunan konstitusi dan penyelenggaraan pemilihan umum, UNTAET berhasil mentransformasikan otoritas internasional menjadi legitimasi nasional. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup; (1) Bagaimana Stabilisasi Keamanan dan Intervensi PBB pasca konflik di Timor Leste pada tahun 1999; (2) Bagaimana pembangunan negara Transisi Timor Leste pada tahun 1999-2002; dan (3) Bagaimana transisi politik dan strategi keluar PBB dari Timor Leste pada tahun 1999-2002. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiologi Politik dari Keith Faulks dan teori Administrasi Transisi dari Simon Chesterman dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan UNTAET berhasil memulihkan keamanan dan ketertiban sipil melalui kerja sama dengan pasukan penjaga perdamaian, sekaligus merekonstruksi institusi-institusi negara yang esensial. Administrasi transisi ini membangun kembali birokrasi sipil, merintis sistem keuangan publik, membentuk kepolisian nasional, serta menghidupkan kembali sistem peradilan sebagai pilar rule of law. Pada saat yang sama, UNTAET memprioritaskan pemulihan layanan publik dasar dan mendorong partisipasi aktor lokal melalui mekanisme konsultatif, yang secara bertahap meningkatkan kapasitas dan legitimasi pemerintahan domestik dalam proses pembangunan negara. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu UNTAET mampu mengelola transisi politik Timor Leste menuju pemerintahan nasional yang berdaulat dan demokratis. Fasilitasi penyusunan dan pengesahan Konstitusi pada April 2002, penyelenggaraan pemilihan umum yang bebas dan adil, serta pembentukan lembaga-lembaga negara permanen memungkinkan penyerahan kedaulatan secara tertib pada 20 Mei 2002. Dengan demikian, meskipun tidak terlepas dari berbagai keterbatasan dan kritik, pengalaman UNTAET menunjukkan bahwa administrasi transisi PBB dapat berfungsi efektif sebagai instrumen state-building, dengan mengubah intervensi internasional menjadi pondasi bagi lahirnya negara Timor Leste yang berdaulat dan fungsional setelah periode kekerasan dan kehancuran pasca konflik.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Agustus 2026_Kholif Basri
