Asuhan Keperawatan Gangguan Pola Tidur (Hipertensi) dengan Terapi Relaksasi Otot Progresif di Wilayah Pesisir

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

FAKULTAS KEPERAWATAN

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara terus-menerus dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya gangguan pola tidur. Gangguan pola tidur pada penderita hipertensi ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, tidur tidak nyenyak, serta merasa tidak segar saat bangun tidur. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan gangguan pola tidur yang mendapatkan terapi relaksasi otot progresif di wilayah pesisir Kota Pasuruan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan selama 3 hari pada satu pasien hipertensi yang mengalami gangguan pola tidur. Intervensi yang diberikan berupa terapi relaksasi otot progresif sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari, masalah gangguan pola tidur teratasi, ditandai dengan pasien lebih mudah memulai tidur, tidur terasa lebih nyenyak, frekuensi terbangun pada malam hari berkurang, tubuh terasa lebih rileks, serta pasien merasa lebih segar saat bangun tidur dan lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pembahasan: Terapi relaksasi otot progresif mampu membantu memperbaiki kualitas tidur pada pasien hipertensi melalui penurunan ketegangan otot, peningkatan relaksasi fisik dan psikologis, serta pengurangan rasa tidak nyaman akibat gejala hipertensi. Pemberian terapi secara rutin selama tiga hari membantu pasien mencapai kondisi relaksasi yang optimal sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Background: Hypertension is a non-communicable disease characterized by persistently elevated blood pressure and may cause various health problems, including sleep pattern disturbance. Sleep pattern disturbance in patients with hypertension is characterized by difficulty initiating sleep, frequent awakenings during the night, poor sleep quality, and feeling unrefreshed upon waking. One non pharmacological intervention that can be used to improve sleep quality is Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy. This study aimed to describe nursing care for a patient with hypertension experiencing sleep pattern disturbance who received Progressive Muscle Relaxation therapy in a coastal area of Pasuruan City. Methods: This study used a case study design with a nursing care approach conducted over 3 days on one patient with hypertension diagnosed with sleep pattern disturbance. The intervention provided was Progressive Muscle Relaxation therapy based on the Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI). Results: After 3 days of nursing care, the sleep pattern disturbance problem was resolved, as indicated by improved ability to initiate sleep, better sleep quality, reduced frequency of night awakenings, increased relaxation, and a feeling of freshness upon waking and greater comfort in performing daily activities. Discussion: Progressive Muscle Relaxation therapy helped improve sleep quality in patients with hypertension by reducing muscle tension, enhancing physical and psychological relaxation, and decreasing discomfort associated with hypertension symptoms. Regular implementation of the therapy for three consecutive days enabled the patient to achieve optimal relaxation and better sleep quality.

Description

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi dengan Gangguan Pola Tidur yang Mendapatkan Terapi Relaksasi Otot Progresif di Wilayah Pesisir, Jihan Farah Az Zahra, 232303102079, 2026, Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan. Gangguan pola tidur merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada penderita hipertensi. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, serta kualitas tidur yang kurang baik. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah tersebut adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan gangguan pola tidur yang mendapatkan terapi relaksasi otot progresif. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan selama tiga hari berturut-turut pada Ny. S, usia 60 tahun. Saat pengkajian, pasien mengeluhkan sulit tidur, sering terbangun pada malam hari, sulit tidur kembali, serta merasa tidak puas dengan kualitas tidurnya. Pasien juga mengeluhkan pusing dan ketegangan pada tengkuk yang mengganggu waktu istirahat. Intervensi yang diberikan berupa terapi relaksasi otot progresif sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Setelah dilakukan terapi selama tiga hari, pasien menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang ditandai dengan lebih mudah memulai tidur, berkurangnya frekuensi terbangun pada malam hari, tidur lebih nyenyak, serta tubuh terasa lebih rileks dan nyaman. Berdasarkan kriteria hasil Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), masalah gangguan pola tidur dinyatakan teratasi. Penulis menyimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif memberikan dampak positif dalam membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi dengan gangguan pola tidur.

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By