Analisis Spasial dan Temporal Kekeringan Meteorologis Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Kabupaten Banyuwangi 

dc.contributor.authorMuhammad Dafa Riansyah
dc.date.accessioned2026-08-03T06:39:24Z
dc.date.issued2026-07-14
dc.descriptionFinalisasi oleh agus 3 Agustus 2026
dc.description.abstractKekeringan meteorologis merupakan salah satu bentuk anomali iklim yang penting dipahami pola kemunculannya, hal tersebut dapat dilihat dari segi ruang maupun waktu, mengingat dampaknya terhadap ketersediaan air dan sektor pertanian. Wilayah Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kondisi topografi dan iklim yang bervariasi, sehingga berpotensi menghasilkan karakteristik kekeringan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan kekeringan meteorologis di wilayah Banyuwangi sepanjang waktu serta persebarannya secara spasial selama periode 1994–2023. Data utama pada penelitian ini berupa curah hujan bulanan hasil reanalisis ERA5 yang diakses melalui Copernicus Climate Data Store, dengan cakupan area yang disesuaikan batas administrasi Kabupaten Banyuwangi dan resolusi spasial sebesar 0,25°. Data stasiun BMKG dan satelit TRMM 3B43 digunakan sebagai pembanding untuk keperluan validasi. Keseluruhan data diperiksa kualitasnya untuk memastikan tidak terdapat data hilang maupun nilai tidak wajar. Tingkat kekeringan dihitung menggunakan metode Standardized Precipitation Index dengan skala dua belas bulan. Tren kekeringan dianalisis menggunakan uji Mann– Kendall, uji Theil–Sen, dan regresi linier, sementara keakuratan hasil dapat dipastikan melalui perbandingan dari ketiga sumber data. Pola spasial kekeringan meteorologis dipetakan menggunakan teknik interpolasi terhadap kondisi ekstrem tahunan dan rata-rata bulanan dengan bantuan perangkat pemrograman Python. Pola kekeringan meteorologis di Banyuwangi bersifat periodik, dengan frekuensi kondisi kering rata-rata mencapai 28,94% dari total keseluruhan periode pengamatan. Periode kekeringan paling intens teridentifikasi pada fase El Niño kuat pada tahun 1997/1998, diikuti periode kekeringan pada 2007 serta 2015/2016. Ketiga metode tren secara konsisten menunjukkan peningkatan indeks kekeringan yang signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%, yang mengindikasikan pergeseran bertahap menuju kondisi hidroklimatologi yang relatif lebih basah, meskipun risiko kekeringan ekstrem tetap ada pada fase koinfluens El Niño dan IOD positif.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr.Agus Suprianto S.Si, M.T.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12794
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectSPI
dc.subjectTemporal
dc.subjectKekeringan
dc.subjectStandardized Precipitation Index
dc.titleAnalisis Spasial dan Temporal Kekeringan Meteorologis Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Kabupaten Banyuwangi 
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221810201011 - MUHAMMAD DAFA RIANSYAH - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
515.45 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221810201011 - MUHAMMAD DAFA RIANSYAH - BAB 1.pdf
Size:
356.76 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221810201011 - MUHAMMAD DAFA RIANSYAH - BAB 2.pdf
Size:
432.11 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221810201011 - MUHAMMAD DAFA RIANSYAH - BAB 3.pdf
Size:
1.18 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221810201011 - MUHAMMAD DAFA RIANSYAH - BAB 4.pdf
Size:
1001.58 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: