Fenomena Putus Sekolah pada Anak Nelayan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo
| dc.contributor.author | Ina Mawaddatur Rahma | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-04T04:35:35Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-22 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_04 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Putus sekolah bukanlah masalah baru bagi pendidikan Indonesia, tetapi telah ada dalam sejarah pendidikan Indonesia sejak lama, dan bahkan sulit untuk diatasi. Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk mencegah siswa putus sekolah, tetapi sebagian orang masih putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi subjek penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam dan menemukan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggambarkan fenomena putus sekolah di kalangan anak nelayan di Desa Sumberayar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumen, dan studi pustaka. Salah satu faktor terpenting dalam pembangunan suatu negara adalah pendidikan. Pendidikan di Indonesia sudah baik, tetapi masih ada beberapa kendala dalam pendidikan Indonesia. Salah satu masalah yang terjadi dalam pendidikan Indonesia adalah masih ada anak-anak yang putus sekolah, terutama di desa. Peneliti memilih untuk melakukan penelitian di salah satu desa di Kecamatan Banyuputih, yaitu Desa Sumberayar. Selain anak-anak yang putus sekolah di Desa Sumberanyar, di desa ini sebagian penduduknya juga berprofesi sebagai nelayan karena di desa ini tidak hanya terdapat daratan tetapi juga laut. Terdapat beberapa penyebab anak-anak putus sekolah di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, yang meliputi faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi mengenai fenomena putus sekolah di kalangan anak nelayan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dapat disimpulkan bahwa anak-anak yang putus sekolah disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan oleh kurangnya motivasi anak untuk bersekolah. Faktor eksternal terdiri dari kondisi sosial ekonomi, lingkungan sosial, dukungan orang tua, dan pernikahan dini. Faktor yang paling dominan menyebabkan anak-anak putus sekolah di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo adalah anak-anak memilih putus sekolah karena malas belajar, dan lebih memilih bekerja dan bermain dengan teman-teman daripada belajar dan bersekolah. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Sukidin, M.Pd DPA : Irmadatus Sholekhah, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10614 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Pendidikan | |
| dc.subject | Anak Nelayan | |
| dc.subject | Putus Sekolah | |
| dc.title | Fenomena Putus Sekolah pada Anak Nelayan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo | |
| dc.type | Other |
