Prevalensi Maloklusi berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia 9-12 Tahun Siswa SDN Candijati 01 Arjasa Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia yang
masih tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
Nasional pada tahun 2018, prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di
Indonesia mengalami peningkatan menjadi 57,6% dari 25,9%. Salah satu masalah
kesehatan tersebut adalah maloklusi. Maloklusi didefinisikan sebagai penutupan
atau kontak yang tidak tepat antara gigi atas (maksila) dan bawah (mandibula).
Ketidaksejajaran yang diakibatkan terjadi selama penutupan rahang ketika kedua
lengkung gigi saling mendekat. SDN Candijati 01 Arjasa merupakan salah satu
sekolah yang berada di wilayah Agroindustri Jember dimana tingkat pendidikan
orang tua masih rendah. Hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesadaran orang
tua akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Penelitian ini dilakukan di SDN Candijati 01 Arjasa Jember pada bulan
Desember 2023 – Januari 2024. Penelitian ini menggunakan model studi sebagai
alat untuk dilakukannya observasi dengan cara melihat relasi molar dan caninus dan
hasil akan dikelompokkan menjadi 3 klasifikasi menurut Angle dengan modifikasi
Dewey. Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk tabulasi data. Pada penelitian
ini menggunakan 85 sampel siswa baik laki-laki maupun perempuan usia 9-12
tahun di SDN Candijati 01 yang telah dilakukan pembuatan model studi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian paling besar terjadi pada maloklusi
Angle kelas 1 yakni sebesarr 64%, kelas 2 sebesar 32%, dan kelas 3 sebesar 4%.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa angka
kejadian paling tinggi maloklusi terjadi pada maloklusi Angle kelas 1 tipe 1 yaitu
sebanyak 29 siswa. Hasil penelitian klasifikasi Angle kelas 2 paling banyak terjadi
pada tipe 1 yaitu 17 siswa, dan pada klasifikasi Angle kelas 3 paling banyak terjadi
pada tipe 3 yaitu 2 siswa. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah diperlukan
penyuluhan kepada masyarakat tentang maloklusi untuk meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut.
Description
Reuploud file repositori 2 april 2026_Firli
